Inovasi Siswa SMP 1 Kecamatan Payakumbuh, Menang LPIR 2015

Tim SMPN 1 Payakumbuh Juara III LPIR 2015

Tim SMPN 1 Payakumbuh Juara III LPIR 2015

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Tiga siswa SMPN 1 Payakumbuh mendapat apresiasi hebat dari Bupati Limapuluh Kota diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Ayu Mitria Fadri SSi MMPd di Upacara Senin (2/11).

3 orang siswa SMPN 1 Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota ini meneliti dan membuat naskah di Lomba Penelitian Ilmiah Remaja 2015; Aplikasi kulit jengkol, untuk pemberantasan hama tikus, dan pengaruh terhadap produksi padi metode SRI di Kabupaten Limapuluh Kota. LPIR diselenggarakan di Hotel Inna Grand Beach Sanur Bali, 25-29 Oktober 2015.

Diketuai Nursalimah, Sandre, dan Aiga Dwi Yona, bersama guru pembimbing H Dasril Amir SPd, mereka meneliti penggunaan kulit jengkol yang sedianya biasa menjadi sampah, diubah jadi racun hama tikus di sawah. Sebanyak 1.300 naskah lainnya se-Indonesia dilawan ”si kulit jengkol”.

Tiga kategori; Ilmu Pengetahuan Sosial dan Seni, Ilmu Pengetahuan Alam dan Lingkungan, Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa diuji tim juri dari tingkat nasional. Juri terdiri dari UNJ, ITB, LIPI, LPMP, dan Kopertis Wilayah 3. Dasril Amir menjelaskan bahwa medali perunggu berhasil dibawa pulang ke Limapuluh Kota. Prestasi tingkat nasional ini, melanjutkan prestasi LPIR tahun sebelumnya yang juara Harapan.

H Dasril Amir, guru Biologi di SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh, dulunya dikenal SMP Bungo Setangkai, di upacara Senin (2/11) itu mendapat apresiasi dari Bupati beserta para siswa peserta LPIR 2015 serta Kepala Sekolah Hj Osnelli Jasmi MPd.

Hadiah piala dan tropi, dan beasiswa 3 juta berhasil diboyong siswa. Dari 1.300 naskah yang dikirimkan kepada Kemendikbud hanya 45 naskah bidang IPA, 34 naskah bidang IPS dan Teknologi yang dipertandingkan di Bali. 3 orang siswa Limapuluh Kota ini diberangkatkan sepenuhnya dibiayai oleh Panpel LPIR 2015.

JENGKOL USIR TIKUS

Tim LPIR 2015 SMPN 1 Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota menyiapkan penelitian ilmiah di tiga lokasi persawahan; Batu Bulan Mungka, Balai Talang, Andaleh Baliak Bukik. Tujuan dipakai 3 lokasi ini, agar terjadi pembanding. Ternyata berhasil di seluruh tempat.

Kulit jengkol yang biasanya jadi sampah di Pasar Ibuah Payakumbuh, dikumpulkan. Setiap 1 kg nya diblender. Lalu dicampur dengan 9 kg air. Diletakkan di dalam ember. Pada saat padi berusia 2 minggu dan kelipatan usia 2 minggu sekali ditaburi dengan cairan jengkol yang telah diblender dan dicampur air.

Sebanyak 5 kali, setiap kelipatan 2 minggu ditabur cairan jengkol itu di pematang sawah. Taburan cairan ini, setelah diteliti bertahan dalam kurun 2 minggu. Selama itu, tak ada satu tikus pun yang mau mendekat ke areal sawah. Maka amanlah padi ini bertumbuh.(dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*