Irfan Hakim Menjadi Seorang Dubber

IRFAN HAKIM

IRFAN HAKIM

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Presenter top Indonesia yang punya pembawaan kocak ini didaulat sebagai salah satu pengisi suara dalam film animasi anak-anak PETUALANGAN SINGA PEMBERANI MAGILIKA bersama Giring Nidji. Ini adalah kali pertamanya ia menjadi seorang dubber.

Irfan menceritakan perannya dalam film anak ini. “Saya menjual suara saya, kepercayaan yang luar biasa, karena suara saya juga nggak bagus-bagus amat. Di film ini saya jadi buku Mantralis. Buku yang sok tahu, dia memang serba tahu tapi jadi angkuh. Ia selalu ngasih kebaikan tergantung siapa yang membawa buku tersebut,” ujarnya bersemangat.

Sesuai judulnya, film ini mengajarkan keberanian pada anak-anak. Tapi bagi Irfan Hakim sendiri, apa sih arti keberanian untuknya? “Keberanian itu kenekatan yang positif. Jadi presenter aja (butuh) keberanian, karena saya nggak sekolah, tapi nekat berbicara di depan umum. Karena memang saya suka berbicara dan bercerita di depan umum,” tuturnya.

Irfan juga bercerita bahwa keberaniannya itu tumbuh sejak dirinya masih kecil. Ia lalu mengenang masa sekolahnya dulu. “Saat TK, nggak mau masuk TK, maunya langsung masuk SD. Dengan keberanian, kepercayaan dan dukungan dari orangtua, saya akhirnya langsung masuk SD di umur 5,5 tahun. Karena keberanian, kepercayaan datang, saya jadi peringkat dua di kelas, walau awalnya orangtua pasrah kalo nggak naik kelas. Karena bisa unggul tidak dilihat dari usia, kalo kita punya tekad dan berani, kita dapat keajaiban dapat hasil yang baik,” ungkapnya.

Ternyata ia juga menularkan keberaniannya itu kepada anak-anaknya. Jika Giring mengajarkan teladan keberanian dari karakter Paddle Pop yang ia ‘perankan’ kepada putranya, Irfan lebih memilih mengajarkan pengalamannya langsung kepada empat buah hatinya. Dengan telaten, ia memberikan contoh soal keberanian pada anak sulungnya.

“Salah satu yang aku ajarin ke anak adalah keberanian. Aisyah anak pertama aku, dia orangnya sangat jijikan (jijik terhadap segala sesuatu). Harus pakai alas kaki kalau kemana-mana. Kalau ke pantai ngerasa kotor, takut rumput dan jijik sama pasir. Aku tunjukin ke anak, nggak pakai sepatu pas main di luar. Dan sekarang nggak pernah melarang anak kalau main keluar nggak pakai sandal,” tutupnya.

(kpl/hen/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*