Irfendi Arbi: Dinas Sosial Harus Tangani Pemasungan

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyerahkan bantuan sepeda motor untuk operasional penanggulangan bencana bagi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang disaksikan Kabid Bimbingan dan Bantuan Sosial Afdal, S.Sos dan Kabid Transmigrasi Dasril Rusli.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi menyerahkan bantuan sepeda motor untuk operasional penanggulangan bencana bagi Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang disaksikan Kabid Bimbingan dan Bantuan Sosial Afdal, S.Sos dan Kabid Transmigrasi Dasril Rusli.

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-Jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Limapuluh Kota diharapkan mendapatkan tambahan. Begitu pula para penyandang sakit jiwa yang dipasung, harus mendapatkan penanganan yang tepat dari Dinas Sosial.

Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi ketika ketika berkunjung ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi daerah setempat, kemaren.

“Kita berharap adanya penambahan penerima PKH karena faktanya masih banyak Keluarga Sangat Miskin (KSM) yang patut mendapatkan program pemerintah pusat itu, tapi kenyataannya mereka tidak memperolehnya,” ujar Irfendi.

Begitu pula terhadap para penyandang sakit jiwa, Irfendi meminta Dinas Sosial segera menyikapinya dengan menyiapkan dana pengiriman ke rumah sakit jiwa. Sebab, informasi yang diperolehnya saat ini setidaknya ada seratus orang pengidap sakit jiwa di daerah ini yang dipasung.

“Saya tidak ingin lagi warga kita dipasung. Ini harus ditangani Dinas Sosial,” tegas Irfendi.

Sementara terkait dengan program Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Irfendi mewanti-wanti  agar datanya benar-benar valid agar program ini tidak salah sasaran.

Pada kesempatan itu Irfendi juga menyerahkan secara resmi bantuan sepeda motor untuk operasional penanggulangan bencana ke Dinas Sosial yang diterima anggota Tagana Efrizon didampingi Kabid Bimbingan dan Bantuan Sosial Afdal, S.Sos dan Kabid Transmigrasi Dasril Rusli.

Menjawab harapan bupati tersebut, Afdal menyebut Kementerian Sosial sangat berkomitmen terhadap program PKH. Saat ini Dinas Sosial tengah mendata para penerima bantuan tersebut untuk berikutnya diajukan profosalnya ke pusat.

“Sesuai harapan bupati, secara nasional selama ini kita mendapatkan PKH sebanyak 5% penduduk miskin, sedangkan untuk tahun 2016 ini bertambah menjadi 25%. Penambahan itu untuk Lansia dan orang cacat,” ujar Afdal sembari mengatakan saat ini tenaga kesejahteraan sosial (TKSK) kecamatan dan pekerja sosial masyarakat tengah mendata dan melakukan validasi serta verifikasi datanya.

Selain menambah jumlah penerima, ujar Afdal, Kementerian Sosial juga akan mengalokasikan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi penerima PKH sebanyak 600 unit. Masing-masing rumah mendapatkan bantuan rehab senilai Rp15 juta.

Lebih menariknya lagi, penerima PKH ini juga akan mendapatkan bantuan usaha berupa Kelompok Usaha Bersama (KUBE) fakir miskin. Ketika bantuan PKH nantinya sudah habis, mereka sudah mandiri dan tidak merasa gamang kalau tidak lagi mendapatkan kucuran dana bantuan dari pemerintah.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas