Isak Tangis Dan 100 Meter Kain Kafan Lalui Proses Pemakaman Raja Pagaruyung

Fhoto : Ribuan pelayat, baik dari kalangan pejabat, kerabat dan masyarakat serta tokoh tokoh nasional mengantarkan jenazah Raja Pagaruyung ketempat peristirahatan terakhir di pandam kuburan di Istano Silinduang Bulan, Jumat (02/01/18).(ddy) 

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Prosesi pemakaman Raja Pagaruyung Daulat Yang Dipertuan Sultan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Maharajo Sakti penuh haru dan isak tangis dari kerabat dan keluarga.

Melalui proses adat sang raja dimakamkan di perkuburan kaum di Istana Silinduang Bulan, Jumat (2/2).

Tidak sampai disitu, sebelum sang raja dimakamkan dan melalui prosesi adat yang berlaku di Pagaruyung, 100 meter kain kafan juga dbentangkan dari Istano Silinduang Bulan menuju tempat peristirahatan terakhir raja. Kain putih tersebut dirobek disetengah sisinya, dan digunakan untuk alas menggotong jenazah.

“Pada prosesi pemakaman sang raja, ada beberapa hal yang tidak boleh tertinggal, istilah “baserak ameh, batabuah pitih” serta memukul agung kebesaran, yaitu memukul gong besar pada saat pidato-pidato adat saat prosesi itu dilakukan,” ujar salah seorang pihak keluarga Armison Dt. Sikoto kepada awak media, Jumat (02/02 di Istano Silinduang Bulan Pagaruyung.

Armison yang bergelar Punggawa Kerajaan Pagaruyung, juga menyebutkan, prosesi pemakaman ini juga dihadiri oleh utusan kerajaan kerajaan nusantara.

“Mereka mengucapkan ucapan belasungkawa melalui utusan yang datang, namun ada juga melalui papan bunga sebagai keterwakilan kerabat,” tufur Armison

Salah seorang warga Batusangkar Zul (54) yang ikut menyaksikan prosesi pemakaman Raja Pagarugung ini dari awal mengatakan, jika ia merasa sangat kehilangan sosok yang ia kenal selama ini sangat luwes bergaul. Katanya, walau menyandang predikat seorang raja, Almarhum Daulat Yang Dipertuan Sultan Muhammad Taufik Thaib Tuanku Maharajo Sakti masa hidup tidak memandang status sosial.

“Walau tidak mengenal dekat, namun masyarakat tahu betul kalau almarhum mudah bergaul dengan siapa saja. Walau keterbatasan dalam melihat, almarhum sering menyapa dengan merangkul siapa saja yang datang kerumahnya,” ucap Zul.

Saat ini, ranah minang kehilangan tokoh nasional dan tokoh Sumatera Barat, perjuangannya tidak terbantahkan dalam melestarikan nilai-nilai adat budaya minangkabau dikancah nasional.

Sebagai tokoh politik, beliau telah mengajarkan kepada banyak politisi untuk berpolitik santun. Sebagai tokoh di kerajaan-kerajaan, M. Taufik Thaib juga sangat disegani dikerajaan nusantara.(ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*