ISI Padangpanjang Ajukan Permohonan Jadi ISBI

ISI Padang Panjang.

Logo ISI Padang Panjang.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Target Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang Prof. Novesar Jamarun, untuk meningkatkan status ISI menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) hampir tercapai. Pasalnya, ISI Padangpanjang telah mengajukan permohonan kepada Dirjen Dikti untuk penambahan 3 sampai 4 fakultas, sebagai persyaratan menjadi ISBI.

“Sebagai ISI, kita telah bisa membidani lahirnya ISBI Aceh. Kenapa kita tidak bisa berubah jadi ISBI, sementara persyaratan untuk menjadi ISBI bisa kita penuhi,” kata Novesar Jamarun, ketika ditemui Rabu kemarin.

Untuk mencapai tujuan itu, kata Novesar Jamrun, ISI Padangpanjang harus memiliki minimal lima fakultas. Dimana, saat ini ISI Padangpanjang hanya memiliki dua fakultas dan untuk mewujudkannya menjadi ISBI, minimal harus menambah tiga fakultas lagi. Sementara, untuk pengembangan lokasi kampus, lokasi yang ada sekarang sudah tidak memadai lagi.

“Kita akan jajaki dengan Pemkot Padangpanjang untuk pengembangan lokasi kampus ini, juga dengan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Barat. Karena, jika tidak memungkinkan di kota ini (Padangpanjang-red), tentunya kita akan memilih daerah lain. Saat ini, beberapa daerah telah memberikan sinyal mengenai penyedian lahan untuk lokasi pembangunan gedung kampus,” jelasnya.

Novesar Jamarun juga menyebutkan, keberhasilan ISI Padangpanjang juga tentu bukan tergantung terhadap rektor, tapi tentu kerja sama dari berbagai pihak untuk dapat membantu dan mewujudkan keberhasilan ISI Padangpanjang ke depan.

“Rektor hanya satu orang, namun kita kan ramai, jika bersama-sama untuk menuju suatu capaian yang tinggi, maka yakinlah kebersamaan itu akan lebih indah dan semua yang kita cita-citakan itu akan cepat tercapai,” jelasnya.

Novesar Jamarun juga mengajak keluarga besar ISI Padangpanjang untuk sama-sama membangun ISI tersebut kedepan. Ia berharap dalam waktu dekat ISI menjadi Institusi yang setara dengan universitas yang lainya di Indonesia.

Meskipun belum mau merinci tentang sejumlah daerah yang bersedia menyediakan lahan untuk ISI Padangpanjang, tetapi Novesar Jamarun menyebutkan, kebutuhan lahan untuk pengembangan ISI Padangpanjang minimalnya harus 20 hektar. Sementara, lahan yang ada saat ini di Kampus ISI Padangpanjang hanya sekitar 6 hektar.(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*