ISIS Mengaku Bertanggung Jawab Atas Serangan Museum Bardo di Tunisia

Ilustrasi ISIS

Ilustrasi ISIS

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Dua hari lalu, tragedi menimpa Museum Bardo di Tunisia. Dua pria bersenjata menyambangi lokasi benda-benda bersejarah itu, menembaki pengunjung. Hasilnya 23 orang tewas, termasuk 20 turis asing dan satu polisi.

BBC melaporkan, Jumat (20/3), dua pelaku langsung tewas ketika polisi antiteror menggelar aksi penyelamatan. Pemerintah Tunisia segera menangkap sembilan orang yang dituding terkait aksi tersebut.

Saat investigasi masih berjalan, Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pesan itu disebar melalui akun Twitter ISIS.

“Diberkatilah serangan terhadap para kafir dan pengkhianat Islam di Tunisia,” tulis akun ISIS tersebut.

Menurut ISIS, dua penyerang museum itu memiliki nama panggilan Abu Zakariya al-Tunisi dan Abu Anas al-Tunisi. Nama itu berbeda dari identifikasi polisi Tunisia yang menyatakan kedua pelaku bernama Yassine Abidi dan Hatem Khachnaoi.

Pesan suara juga disebar di Internet. ISIS menyatakan jaringan mereka di Afrika Utara akan terus bergerak melawan unsur-unsur yang dianggap melemahkan perjuangan khilafah. “Apa yang kalian lihat baru permulaan,” ucap juru propaganda ISIS tak disebut namanya.

Tunisia merupakan salah satu negara Afrika yang warganya banyak bergabung ISIS. Sedikitnya tiga ribu orang dikabarkan berbaiat kepada Khalifah ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada WNI menjadi korban tewas serangan brutal itu. Pemerintah sekaligus mengecam aksi teror ISIS di Tunisia.

Belum diketahui apakah ada penurunan turis setelah kejadian ini. Tunisia adalah negara yang sumber devisa utamanya berasal dari pariwisata. Turis asing yang tewas di tangan antek ISIS kebanyakan berasal dari Jerman, sebagian lainnya Polandia, Spanyol, Italia, dan Inggris.

(ard/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*