ISIS Mengaku Dalangi Bom Bunuh Diri di Mesjid Yaman

Seorang pria tengah melihat kerusakan di masjid Badr, Yaman akibat serangan bom bunuh diri yang terjadi pada Jumat (20/3/2015), tepat di saat masjid itu dipenuhi warga yang menjalankan ibadah shalat Jumat.

Seorang pria tengah melihat kerusakan di masjid Badr, Yaman akibat serangan bom bunuh diri yang terjadi pada Jumat (20/3/2015), tepat di saat masjid itu dipenuhi warga yang menjalankan ibadah shalat Jumat.

Advertisements

Sanaa, PADANGTODAY.COM-Sebuah kelompok militan yang menyebut diri sebagai cabang Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) di Yaman mengaku sebagai dalam tiga bom bunuh diri di dua buah masjid di kota Sanaa, Jumat (20/3/2015), yang sejauh ini sudah menewaskan 77 orang dan melukai 121 orang lainnya.

Kelompok itu mengunggah sebuah pernyataan ke internet yang berisi bahwa lima orang pelaku bom bunuh diri melakukan aksi yang mereka sebut sebagai sebuah “operasi yang diberkati” melawan “sarang orang-orang Syiah”.

Para pelaku bom bunuh diri menyerang masjid Badr dan Al-Hashoosh, yang terletak di dua sisi kota yang berbeda, saat kedua masjid itu dipenuhi umat yang sedang menunaikan ibadah shalat Jumat.

Klaim itu sejauh ini belum bisa dikonfirmasi secara independen dan tak memberikan bukti apapun terkait keterlibatan ISIS.

Pernyataan itu diunggah lewat situs yang sama dengan sebuah kelompok militan afiliasi ISIS di Libya yang mengaku mendalangi penyerbuan Museum Nasional Tunisia yang menewaskan setidaknya 21 orang.

Sementara itu, laporan stasiun televisi Al-Masirah yang didanai milisi Syiah Houthi, melaporkan seorang pelaku meledakkan diri di dalam masjid Badr yang menyebabkan kepanikan.

Saat umat yang hadir di masjid Badr bergegas keluar di gerbang masjid seorang pelaku bom bunuh diri kedua beraksi yang mengakibatkan banyak jatuh korban.

Imam masjid yang juga adalah salah seorang pemimpin spiritual Houthi, Al-Murtada bin Zyad al-Muhatwari menjadi salah satu korban tewas. Sedangkan dua tokoh senior Houthi Taha al-Mutawakkil dan Khalid Madani terluka parah.

(aljazeera/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*