Jaga Kuota BBM, Bus Pariwisata Dilarang Konsumsi BBM Subsidi

bus-pariwisataJakarta, PADANGTODAY.com – Untuk menjaga terlampauinya kuota BBM usai kebijakan pembatasan lalu dicabut. Badan Pengatur Hilir Migas, Andy Noorsaman Sommeng, menyatakan pihaknya berencana membatasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada taksi premium atau mewah dan bus pariwisata.

Advertisements

Dia mengakui meski cara ini hasilnya tidak signifikan, namun, lebih aman dari penolakan masyarakat umum. Pelarangan ini, dinilai tidak bakalan mengganggu sosial politik. “Artinya harus ada pengaturan baru, kalau tidak bagaimana ” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/9).

Andy mengungkapkan, berdasarkan data pihaknya, hingga Agustus konsumsi BBM sudah 67,29 persen atau 31 juta kiloliter (KL). Di mana konsumsi solar mencapai 10,5 juta KL, premium 19,7 juta kilo liter, dan minyak tanah 619.000 kilo liter.

Menurutnya, solar menjadi BBM yang berpotensi tinggi untuk jebol. Pasalnya, komoditas ini paling banyak diseludupkan. “Paling over? Solar, karena ada transportasi publik, harga murah dan mudah diselundupkan, dan yang minumnya kan banyak,” ujarnya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*