Jake Bilardi Mengungkapkan Pengalaman Bergabung Dengan ISIS Melalui Sebuah Blog

Jake Biliardi.

Jake Biliardi.

Advertisements

PADANGTODAY.COM-Remaja asal Melbourne, Australia, Jake Bilardi menulis blog yang mengungkap bagaimana ia mengalami radikalisasi dan bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

Dalam blog yang ia tulis dari kota Ramadi, Irak, tertanggal 13 Januari 2015, remaja usia 18 tahun yang putus SMA ini memaparkan cita-citanya menjadi wartawan politik.

Menurut foto yang dirilis ISIS, Jake yang berganti nama menjadi Abu Abdullah al-Australi, merupakan salah seorang dari sekelompok pelaku bom bunuh diri di Ramadi, hari Rabu (11/3/2015) waktu setempat.

Menurut informasi yang diperoleh ABC, Jake meninggalkan sejumlah alat peledak di rumahnya di Australia sebelum berangkat menuju Suriah.

Posting-an di blog Jake itu berjudul “From Melbourne to Ramadi: My Journey”. Di situ ia memaparkan kehidupan keluarganya di Melbourne dan bagaimana ia mencari tahu tentang Islam.

Posting-an itu antara lain menyebut, “Saat pertama kali saya mendengar kata ‘Al Qaeda’ dan ‘Osama bin Laden’, kata-kata itu datang dari kakak saya, namun saya tahu ia sedih karena saya datang ke sini (Irak). Saya bisa pastikan, bukan dia yang ‘meradikalisasi’ diri saya.”

Ditulis pula betapa kecintaan Jake pada politik tumbuh atas usahanya sendiri mencari tahu, ketertarikannya terhadap ideologi di balik kelompok seperti Al Qaeda dan bagaimana media di Australia menggambarkan kebrutalan Taliban.

“Masih pada usia 13 sebagai seorang ateis, saya tadinya tidak bisa mempercayai apa yang saya lihat dan dengar. Pandangan saya tentang orang muslim sangat positif dan mengenai organisasi seperti Taliban, pandangan saya hampir enam tahun silam itu akan dianggap ekstrim oleh pemerintah Australia dan saya sendiri. Saat itu saya masih seorang atheis, masih sedikit bingung.”

“Saya menilai Taliban hanyalah sekelompok orang berani yang ingin membela tanah airnya dari invasi kekuatan asing, meskipun bukan berarti saya setuju dengan ideologi mereka namun aksi mereka dalam pandangan saya bisa dibenarkan.”

“… Setelah saya mencari tahu mengenai invasi dan pendudukan Irak dan Iraq dan Afghanistan rasa jijik saya pada Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Australia.”

“Itu pula awal tumbuhnya rasa hormat saya pada mujahidin yang akhirnya tumbuh menjadi rasa cinta pada Islam – dan membawa saya ke sini (ISIS).”

Menurut posting-an itu, perkembangan idologis Jake semakin menguat saat menyadari bahwa sistem demokrasi terlalu fokus pada kebebasan.

Jake menulis, “Realitas demokrasi semakin jelas bagi saya, menyuntikkan ide kebebasan kepada orang dan meyakinkan mereka bahwa mereka manusia bebas sembari menekan mereka di balik layar.”

“Di atas semua itu, dunia Barat memompakan selebriti dan realita palsu untuk mengalihkan orang dari apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini, sehingga ketidakperdulian politis orang Barat pun makin meluas.”

“Inilah saat menentukan dalam perkembangan ideologi saya yang menyiratkan awal dari kebencian dan penentangan saya kepada sistem yang mendasari Australia dan kebanyakan negara lain.”

“Itulah pula saatnya saya menyadari perlunya revolusi global penuh kekerasan untuk menghancurkan sistem pemerintah seperti itu, dan saya lebih memilih mati dalam perjuangan ini.”

Dalam posting-an itu Jake juga memaparkan “Rencana B” sekiranya pihak berwajib Australia berhasil mencegahnya untuk pergi ke Timur Tengah.

“Rencana ini termasuk serangan bom di sejumlah lokasi di Melbourne dengan sasaran perwakilan negara asing serta target politik dan militer lainnya. Termasuk rencana untuk melakukan serangan granat dan pisau di pusat-pusat belanja dan puncaknya meledakkan diri saya sendiri di tengah-tengah kaum kafir.”

Posting-an ini diakhiri dengan pernyataan Jake Bilardi bergabung dengan ISIS dan kesiapannya menjadi martir.

(Australia Plus ABC/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*