Jalan Sutan Usman Jadi Lokasi Pasar Pabukoan Payakumbuh

Wako Riza Falepi bersama ketua TP PKK Henny Riza Falepi dan unsur Forkopimda Payakumbuh tanam pohon di SMAN 5.

Wako Riza Falepi bersama ketua TP PKK Henny Riza Falepi dan unsur Forkopimda Payakumbuh tanam pohon di SMAN 5.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Seperti tahun sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menetapkan Jalan Sutan Usman, sebagai pasar pabukoan, pada Ramadhan 1437 Hijriyah yang segera datang. Di ruas jalan sepanjang lebih kurang 200 meter danberada di jantung kota itu, bakal mampu menampung 225 pedagang kuliner buat berbuka puasa bagi umat Islam.

Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi didampingi Kadiskoperindag Dahler, SH, mengatakan, penetapan Jalan Sutan Usman itu  buat pasar pabukoan, sudah melalui pengkajian yang tepat bersama SKPD terkait. Termasuk dengan pihak Polresta, Dishubkominfo dan Satpol PP Payakumbuh. Hal tersebut disampaikan oleh Walikota Riza Falepi, Selasa (31/5).

Dikatakan juga, para pedagang atau pemilik toko yang berada di sepanjang Jalan Sutan Usman, ikut memberikan dukungan jika pasar pabukoan digelar di jalan yang dimaksud.  Menurut Pemko, yang perlu disiapkan adalah Dishubkominfo mengatur lalulintas di jalan tersebut, agar tidak terjadi kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk menjelang magrib.

Di sisi lain, Kabid Pasar Agus Rubiono, S.Sos, mengatakan pihaknya akan mengutamakan kenyamanan pedagang dan pembeli yang berbelanja di pasar pabukoan. Oleh karenanya, Diskoperindag akan menyediakan tenda  yang bagus dan laik pakai untuk ditempati pedagang kuliner. Hal tersebut termasuk lampu penerangan bagi  pedagang bersangkutan.

Kendati jumlah pedagang pabukoan yang berminat untuk menempati ruas jalan tersebut dikatakan meningkat, namun Pemko hanya mampu mengakomendir lebih kurang 225 pedagang. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan ruang yang tersedia. Jika masih lebih, akan disediakan di pelataran parkir Pasar Ibuah Barat.

“Bagi pedagang yang menempati pasar pabukoan, dikenakan retribusi Rp425, sudah termasuk biaya listrik PLN,” ungkap Agus Rubio.

Agus juga menyebutkan akan melakukan pengaturan pensejenisan makanan yang dijual. Sehingga,  memudahkan pengunjung pasar pabukoan  untuk mendapatkan makanan yang  hendak dibelinya. Misalnya, dengan mengelompokkan  pedagang lamang tapai, cendol, kolak, kampiun serta aneka sambal pada masing-lokasi.(rel/dsp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*