Jamaah Mushalla Syakirin Kaget Saat Aseng Datangi Tim Safari Ramadhan TP PKK Tanah Datar, Ini Yang Dilakukan Warga Nias Itu

Fhoto : Aseng (28) warga Nias yang berdomisili di X Koto, sempat membuat kaget Jamaah Mushala Syakirin dengan niatnya menjadi Muallaf, langsung disampaikan ke Ketua TP PKK Ny. Emy Irdinansyah, Senin (21/05/18).(ddy)

Tanah Datar, www.padang-today.com,- Janji Allah SWT dalam al quran sudah disebutkan jika berkah di bulan suci ramadhan berlaku bagi orang-orang yang mendapat syafaat. Hal itulah yang dialami Aseng (28) salah seorang warga Kepulauan Nias yang saat ini berdomisili di Kecamatan X Koto.

Lelaki bernama asli Nusangila, secara mendadak mendatangi Tim Pengerak PKK Kabupaten Tanah Datar usai melakukan safari ramadhannya di Mushallah Syakirin Koto Tuo Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin (21/05/18).

Sembari menyalami seluruh jamaah yang kaget dengan kedatangan Aseng yang diketahui warga menganut agama kriatiani menyampaikan niatnya menjadi Muallaf kepada ketua TP PKK Tanah Datar Emy Irdinansyah.

“Saya ingin memeluk agama Islam, ini sudah saya niatkan sejak dua tahun yang lalu, tapi mungkin ini saatnya saya menyampaikan niat saya itu,” ucap Aseng dengan logat bahasa Nias yang masih kentara kepada Ny. Emi Irdinansyah yang saat itu didampingi Camat X Koto, Forkopimca, Kepala KUA Kecamatan X Koto dan Kabag Kesra Afrizon.

Keinginan Aseng untuk menjadi seorang Muslim, sudah terniat sejak ia merantau dan menetap di X Koto pada tahun 2009 lalu. Keinginan itu makin kuat sejak dua tahun lalu dengan mengikuti rekan rekannya ke Mushallah menunaikan ibadah sholat, dari situlah ia secara diam diam juga mendengar pengajian agama dari luar Mushallah. Dan berniat menjadi Muallaf.

“Dan sejak itu keinginan saya semakin kuat, tapi tidak tahu caranya. Dan hari ini saya ucapkan niat itu murni dari dalam hati tanpa ada paksaan dari siapapun,” ungkapnya.

Pria kelahiran 28 tahun silam tersebut saat ini tinggal sendiri tanpa sanak keluarga di X Koto, kedua orang tuanya telah meninggal dunia.

Aseng ingin mengikuti jejak kakaknya yang telah lebih dahulu memeluk agama Islam dan pergi merantau ke daerah Riau, ceritanya.

Keinginan Aseng untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, disambut baik oleh ketua tim TP-PKK Kabupaten Tanah Datar, namun bagaimanapun ia harus mengikuti saran dari pihak KUA setempat dan bersedia menerima penjelasan tentang Agama Islam.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Bagian Kesra Setda Tanah Datar Afrizon, keinginan Aseng untuk menjadi seorang Muslim tidak semerta merta langsung disyahadatkan, namun harus di jelaskan kepadanya apa itu Islam sesunguhnya.

“Itu nanti akan ada rangkaian penjelasan dari KUA setempat. Siapapun itu yang ingin memeluk Islam harus diketahui apa motivasinya masuk Islam. Yang bersangkutan harus dibina oleh pembinanya setelah syahadat dan bersedia membuat pernyataan tidak ada paksaan, harus ada paling sedikit dua orang saksi yang mengetahui, serta harus diajarkan juga lafaz syahadat yang baik dan benar,” kata Afrizon.

Terang Afrizon, setelah Aseng menjadi Muallaf, ini merupakan ibadah bagi kita, karena setelah mualaf tentu akan ada hak dan kewajibannya menjadi seorang muslim.

“Kita juga harus menjaga jangan nanti agama Islam dijadikan alat untuk menghancurkan ajaran Islam itu sendiri. Didalam ajaran Islampun tidak ada diajarkan pemaksaan untuk memeluk agama Islam. Semoga Aseng betul betul mendapatkan hidayah di ramadhan ini,” pungkas Kabag Kesra Afrizon. (ddy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas