Jamur Tiram Putih Menjadi Bisnis Baru Bagi Warga Tanahdatar

jamurTANAHDATAR,PADANGTODAY.COM-Budidaya Jamur Tiram Putih menjadi bisnis yang semakin bagus prospeknya dan sangat menjanjikan. Jamur tiram putih besar sekali manfaatnya untuk kesehatan dan juga dapat di masak dengan berbagai menu masakan yang nikmat. Budidaya jamur tiram putih tidak terlalu sulit dan permintaan pasar terhadap jamur tiram putih sangat besar.

Seperti yang dikatakan salah seorang petani jamur tiram di Nagari Tanjung Alam Kecamatan Tanjung Baru  Z.Dt Sampono Bandaro, meskipun pengembangan jamur tiram putih yang dilakukannya bukanlah sebagai sumber pemasukan utama, tetapi, prospek cerah dari tanaman tersebut membuatnya tetap semangat dan optimis untuk terus menggelutinya

Pengembangan jamur tiram putih sebenarnya bukanlah hal yang baru. Banyak yang sudah mengembangkan komoditas tersebut meskipun masih dijadikan usaha sampingan. Namun, bagi datuak ini  usaha budidaya jamur tiram mampu menambah penghasilannya. Dia  mengembangkan budidaya jamur tiram sebanyak 30 baglog. Baglog adalah wadah atau tempat tumbuh kembangnya jamur tiram.

Dari 4000 bibit dalam dua hari  mampu menghasilkan sedikitnya 20 kg  jamur tiram putih,jika harga 1 kg Rp16.000,maka kalkulasinya dalam dua hari dapat menghasilkan sebesar  Rp360.000,-

“Dari jumlah tersebut, jika dinominalkan, berarti perbulannya, paling tidak omzet yang diperoleh rata-rata berkisar Rp 5.400.000, Tetapi kalau yang belum dikemas (curah), saya menjualnya Rp 20.000 per kg nya,” ujarnya.

Datuk masih mampu untuk memenuhi tingginya permintaan Jamur Tiram untuk konsumen daerah Tanah Datar, tetapi kadang kala dia merasa kewalahan untuk memenuhi permintaan pelanggan di luar Tanah Datar yang juga sering memesan Jamur Tiram kepadanya.

Meskipun cukup menggiurkan sebagai usaha sampingan, mengembangkan jamur tiram tergolong lumayan sulit, karena jamur merupakan tanaman yang sangat sensitif, sehingga sangat rentan apabila tidak ditangani dengan cara yang benar dan telaten, terutama soal suhu udaranya, mengembangkan jamur tiram seperti merawat seorang bayi. Ia butuh perlakuan yang ekstra, dan yang terpenting tidak boleh dikelola dengan banyak tangan, karena jamur dapat berulat dan di gerogoti semut.

berdasarkan pengalamannya jatuh-bangun dalam mengembangkan jamur terselamatkan sering, bahkan ia mengaku sempat mengalami kerugian, akibat jamur yang dikembangkannya mengalami kegagalan.

“kendala terbesar dalam pembibitan Jamur Tiram terutama menyangkut bibit, “tambahnya

Oleh Karena itu Ujar Z Dt Sampono ,demi mengembangkan kelompok ini kami mengharapkan bantuan berupa peralatan pembudidayaan jamur tiram seperti Kotak Incolusi ,mesin pres plastik ,sistem vakum dll yang jumlahnya mencapai Rp 100 juta .

“jika kami telah ada peralatan tersebut kami sudah bisa mengadakan bibit sendiri, sehingga tidak perlu lagi memesan bibit jamur tiram dari pulau jawa “Harapnya.(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*