Jeffrie Geovanie Berbenar-Benar Kawal Harapan Masyarakat Sumatera Barat

Penyampaian informasi di Hotel Mangkuto Payakumbuh

Penyampaian informasi di Hotel Mangkuto Payakumbuh

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Di masa reses kedua tahun 2015, senator DPD RI asal Sumbar, Jeffrie Geovanie menggelar sejumlah pertemuan. Sejak Selasa (10/3/2015) serangkaian agenda pertemuan dan agenda padat telah menanti anggota DPD RI dengan perolehan suara terbanyak ketiga asal Sumbar itu.

Pertemuan diawali di Bukittinggi. Bertempat di Hotel Mercuer, puluhan tokoh masyarakat, mahasiswa, pelajar, pengurus partai politik dan sejumlah steakholder lainnya, hadir untuk urung rembuk. Dalam kesempatan itu, JG, panggilan akrab Jeffrie Geovanie, meminta masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada pengamalan empat pilar negara.

Keempat pilar itu adalah, pengamalan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebegai bentuk negara serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Tidak ada tawar menawar lagi. Semua rakyat Indonesia, harus taat pada empat pilar ini,” kata mantan calon Gubernur Sumbar itu. Dalam kesempatan itu, JG juga menerima berbagai masukan dari peserta dialog.

Terkhusus di Payakumbuh, dalam pertemuan di sejumlah lokasi, seperti di Hotel Mangkuto, dihadiri puluhan pelajar, mahasiswa, guru, pengurus partai politik, pengusaha kecil, pedagang kaki lima dan kalangan birokrat. JG kembali menyampaikan, ancaman terbesar negara adalah, munculnya pengkhianat-pengkhianat bangsa yang ingin menghancurkan negara dari dalam.

“Kita masih dalam tahap menata sistem kenegaraan. Tidak dapat kita pungkiri, konstitusi kita (UUD tahun 1945,red), membutuhkan terjemahan-terjemahan dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami dari DPD RI, harus menerima masukan dan berbagai bahan, agar  penerapan hukum legal, dapat berjalan dengan maksimal,“ pinta putra Limbanang Mudiak Limapuluh Kota itu.

Dalam kesempatan itu, ada peserta diskusi yang meminta agar Undang Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Negeri Sipil (ASN) dapat direvisi.

“Kalau bisa, status PNS dapat disamakan dengan pola yang dilakukan perusahaan. Dimana ketika ada PNS yang tidak aktif atau bermalas-malasan, dicopot. Sebab jika dibiarkan PNS bekerja seenak hatinya, maka tidak dapat kita bayangkan, apa yang akan terjadi pada bangsa ini nantinya, “kata Wiwi, salah satu mahasiswa Unand di Payakumbuh.

Menanggapi masukan itu, JG mengakui mendapatkan banyak masukan seperti itu. Ia berjanji akan menyampaikan masukan itu.

Dalam kesempatan pertemuan di Tanjungpati, sejumlah petani usaha kecil rumah tangga kerupuk, mengeluhkan  terbatasnya modal usaha. “Kita akan upayakan mendorong DPR RI membuat aturan yang lebih pro rakyat dan pengusaha  kecil. Kita akan sampaikan harapan, masukan dan permintaan itu. Sebatas saya bisa bantu, secara pribadi akan kami bantu. Tapi kalau  menyangkut konstitusi, akan kita bawa ke sidang MPR RI,“ janji JG.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*