Jelang Pemindahan dan Pelaksanaan Eksekusi Mati

Ilustrasi Eksekusi Mati

Ilustrasi Eksekusi Mati

PADANGTODAY.COM-Jelang pemindahan dan pelaksanaan eksekusi mati terhadap beberapa warga negara asing di Pulau Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, pihak imigrasi mulai menggiatkan pengawasan. Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap mengimbau peliput asing agar melengkapi dokumen perizinan.

“Kami akan menggiatkan pengawasan supaya tidak ada lagi kejadian seperti yang lalu, saat wartawan asing melakukan kegiatan jurnalistik tanpa rekomendasi dari Kementerian Luar Negeri,” kata Kepala Sub Seksi Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Cilacap, Adithia Perdana, Senin (16/2).

Peristiwa tersebut merujuk pada eksekusi gelombang pertama yang dilaksanakan pada 17 Januari lalu. Saat itu, dua peliput dari Globo TV Brazil, yakni Gomes Marcio yang berasal dari Brazil dan Geovanne asal Peru, ditahan dan dideportasi pihak imigrasi karena tidak memiliki perizinan peliputan dari Kementerian Luar Negeri.

Agar tidak terulang lagi, Adithia mengimbau agar jurnalis asing mematuhi aturan hukum yang berlaku di Indonesia. Dia melanjutkan, walau tak ada kewajiban untuk melaporkan kegiatan peliputan kepada imigrasi Cilacap, tetapi jurnalis asing wajib mengantongi izin. “Izin harus jelas, yakni melakukan tugas jurnalistik, dengan begitu akan kami sambut dengan baik,” katanya.

Meskipun dikabarkan banyak jurnalis asing di Cilacap akan melakukan peliputan eksekusi mati, lanjutnya, tetapi belum ada laporan yang menyebutkan ada pelanggaran keimigrasian. “Hotel atau penginapan juga wajib lapor jika ada orang asing yang menginap di hotel mereka,” ucapnya.

Mendekati waktu pemindahan dua terpidana mati dalam kasus Bali Nine, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan Denpasar Bali menuju Pulau Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah, beberapa jurnalis asing sudah mulai berdatangan ke Cilacap.

(hhw/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*