Jelang SBY Lengser Inilah Komoditas Yang Mengalami Kenaikan Harga

tiket-pesawat-rev1Jakarta, PADANGTODAY.com – Beragam kebijakan keluar dari pemerintahan SBY satu dekade terakhir. Di akhir pemerintahannya, SBY sempat didesak untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk meringankan beban pemerintahan baru yang akan dipimpin presiden terpilih Joko Widodo dan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla.

Advertisements

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah 10 tahun duduk di kursi orang nomor satu di Indonesia. Tahun ini adalah tahun terakhirnya memimpin Indonesia.

Namun kabinet SBY menolaknya. Kabinet Indonesia Bersatu jilid II memutuskan, tidak ada kenaikan harga BBM di masa akhir pemerintahan SBY.

Meski tidak menaikkan harga BBM, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga di jelang lengsernya SBY berikut rangkumannya.

1.Tarif tol
Pemerintah mengatakan bakal ada lagi penyesuaian tarif tol hingga akhir tahun ini. Kali ini, penyesuaian tarif tol pada ruas jalan tol Jakarta -Cikampek. Penyesuaian tarif tol harus dilakukan setiap dua tahun sekali, karena sudah diatur dalam pasal 68 Peraturan Pemerintah 15 Tahun 2005 tentang jalan tol.

“Sesuai aturan yang ada, dalam waktu dekat yang ada penyesuaian untuk ruas jalan tol Jakarta Cikampek,” ujarKepala bidang Pengawasan dan Pemantauan Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum (BPJT), C Kornel Sihaloho di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Jumat (12/9).

Penyesuaian tarif tol pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek akan diberlakukan dalam waktu dekat. “Akan naik sekitar minggu pertama Oktober dan tinggal itu (Cikampek) di sisa akhir tahun ini.”

Dirinya belum dapat membeberkan berapa persentase kenaikan ruas jalan tol Jakarta – Cikampek. Selain itu, pihaknya tetap mengevaluasi pemenuhan kewajiban Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol sesuai ketentuan pasal 1.1.28 PPJT dan pasal 20 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2007.

Tidak hanya Cikampek, Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) juga memutuskan mulai 19 September 2014, ada penyesuaian tarif tol pada ruas jalan tol Sedyatmo, atau jalur yang melayani ke Bandara Soekarno-Hatta, Banten. Penyesuaian tarif tol ini dilakukan setiap dua tahun berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi.

“Maka mulai efektif tanggal 19 September 2014, pukul 00.00 atau 7 hari setelah tanggal penetapan keputusan menteri pekerjaan umum, akan diberlakukan tarif baru di ruas tol ke arah Bandara Internasional Soekarno Hatta tersebut,” kata Cornel.

2.Gas elpiji 12 kg
Pertamina mengumumkan bahwa terhitung 10 September 2014 pukul 00.00 WIB, resmi menaikkan harga elpiji 12 kilogram sebesar Rp 1.500 per Kg.

“Meningkat di eceran Rp 21.000-Rp 22.000,” ujar Direktur pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di kantornya, Jakarta, (10/9).

Kenaikan harga jual rata-rata elpiji 12 Kg nett dari Pertamina menjadi Rp 7.569 per Kg dari sebelumnya Rp 6.069 per Kg. Jika ditambah dengan komponen biaya lainnya seperti transport, filing free, margin agen, dan PPN maka harga jual di agen menjadi Rp 9.519 per Kg atau Rp 114.300 per tabung dari sebelumnya Rp 7.731 per Kg atau Rp 92.800 per tabung.

Hanung menuturkan, harga jual tersebut masih jauh di bawah keekonomian. Berdasarkan rata-rata CP Aramco (year on year) Juni 2014 sebesar USD 891,78 per metric ton dan kurs Rp 11.453 per USD ditambah komponen biaya seperti di atas maka harga keekonomian elpiji 12 Kg saat ini seharusnya Rp 15.110 per kg atau Rp 181.400 per tabung.

3.Tarif listrik
Pemerintah telah memutuskan menaikkan tarif listrik industri dan tarif listrik rumah tangga mulai 1 Juli 2014. Kenaikan tarif listrik dilakukan dengan alasan, PLN berencana membangun pembangkit listrik baru untuk meningkatkan kapasitas listrik di dalam negeri.

Mulai 1 Juli 2014 akan ada 6 jenis pelanggan yang mengalami kenaikan tarif listrik. Pertama industri golongan I-3 non publik atau non Tbk dengan kenaikan rata rata 11,57 persen yang dilakukan setiap dua bulan mulai Juli 2014 mendatang.

Kedua golongan rumah tangga R-2 dengan daya 3.500 VA sd 5.500 VA kenaikan bertahap rata rata 5,70 persen. Ketiga, golongan P2 di atas 200 KvA secara bertahap rata rata 5,36 persen setiap dua bulan.

Keempat, golongan R-1 dengan daya 2.200 VA dengan kenaikan rata rata 10,43 persen yang dilakukan setiap dua bulan. Kelima, rumah tangga golongan R-1 dengan daya 1.300 VA dengan kenaikan rata rata 11,36 persen yang dilakukan setiap dua bulan. Terakhir, kenaikan tarif listrik penerangan jalan umum secara bertahap sebesar 10,69 persen.

“Kalau semua dari 6 opsi ini maka penghematan akan mencapai Rp 8,51 triliun. Siapapun jadi presiden kedepanya dengan menaikkan ini maka subsidi tidak lagi memberatkan. Ini kita lakukan agar tidak memberatkan pemerintah baru,” ujar Menteri ESDM saat itu Jero Wacik.

4.Tiket pesawat
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akhirnya merestui penyesuaian atau kenaikan harga tiket pesawat. Kenaikan harga tiket akan mulai diberlakukan setelah Peraturan Menteri Nomor 2 tahun 2014 dicatat di Kementerian Hukum dan HAM.

Permen tersebut mengatur tentang besaran biaya tambahan tarif penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dan ditandatangani Menteri Perhubungan tertanggal 10 Februari 2014.

Kenaikan harga tiket pesawat akan disesuaikan berdasarkan jarak tempuh pesawat dan jenis pesawat yang digunakan. Untuk rute penerbangan yang menggunakan pesawat jet, harga tiket akan naik Rp 60.000 per 664 km/jam.

Sementara untuk penerbangan yang menggunakan pesawat jenis propeler atau baling-baling, kenaikan harga tiket Rp 50.000 per 348 km/jam.?

“Untuk sementara, kita memberikan kepada airlines surcharge,yaitu Rp 60.000 per jam terbang untuk jet (Boeing dan sejenisnya), untuk propeller (baling-baling) itu Rp 50.000,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/2).

Besaran kenaikan harga tiket pesawat berangkat dari usulan asosiasi perusahaan maskapai penerbangan komersial atau INACA yang beranggotakan operator maskapai penerbangan. Besaran kenaikan ini akan dievaluasi tiap 3 bulan sekali.

Herry menuturkan, ?kenaikan harga tiket sebagai solusi menyelamatkan industri penerbangan dari dampak menurunnya pendapatan akibat tingginya harga avtur naik, dan menguatnya dolar AS.

“Adanya ini membantu mereka tetap melayani masyarakat. Jangan biarkan airlines ini mati,”katanya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*