Jemaah Tanyakan Honor Garin dan Guru TPA/TPSA pada TSR Payakumbuh

Ketua Pengadilan Agama Lazuarman dalam kunjungan Tim Safari Ramadhan (TSR) Payakumbuh Kelompok I, dipimpin Walikota  diwakili Kepala Bappeda H. Rida Ananda,  Selasa (14/6).

Ketua Pengadilan Agama Lazuarman dalam kunjungan Tim Safari Ramadhan (TSR) Payakumbuh Kelompok I, dipimpin Walikota diwakili Kepala Bappeda H. Rida Ananda, Selasa (14/6).

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Jemaah taraweh Masjid Nurul Ikhlas Sungai Pinago di Kelurahan Tanjung Gadang Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat. Mempertanyakan hilangnya anggaran garin masjid dan guru TPA/TPSA dalam APBD Payakumbuh selama dua tahun terakhir.

Selain itu, jemaah tersebut juga meminta solusi, agar pembangunan riol atau drainase tak menimbulkan banjir di kawasan Sungai Pinago. Kemudian, jemaah juga minta Pemerintah Kota Payakumbuh memasang rambu kaca bundar, sebab adanya bengkolan tajam di Sungai
Pinago.

Permintaan-permintaan tersebut disampaikan Murniati, Arman, Firman dan Hasanudi, jemaah yang hadir pada taraweh Masjid Nurul Ikhlas Sungai Pinago, Kelurahan Tanjung Gadang, Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Warga juga mempertanyakan mengenai kelanjutan pembangunan infrastruktur di Sungai Batang Agam, sebab jabatan Walikota H. Riza Falepi yang akan berakhir pada Februari 2017 mendatang.

Penyampaian harapan warga yang menjadi jemaah malam itu, diutarakan ketika rombongan Tim Safari Ramadhan (TSR) Payakumbuh Kelompok I, dipimpin Walikota  diwakili Kepala Bappeda H. Rida Ananda,  Selasa (14/6).  Kunjungan TSR itu mendapat sambutan hangat dari ratusan jemaah masjid setempat. Jemaah yang meminta sejumlah harapannya itu, disikapi Pemko dengan cepat.

Ikut dalam Rombongan TSR tersebut Ketua Pengadilan Agama Lazuarman, Ketua KPU Hetta Membayu, Kabid Pengairan Dinas PU Muslim, Kabag Kesra Davitra dan penceramah agama H. Rusli, S.PdI.

Menyangkut honor garin masjid dan guru TPA/TPSA, Ketua TSR Rida Ananda, menyatakan semua harapan jemaah telah ada solusinya bagi Pemko. Untuk garin dan honor guru TPA/TPSA, sudah ada solusinya, dengan membuat kegiatan pendidikan non formal di Dinas Pendidikan Payakumbuh.

Sementara terhadap drainase, serta normalisasi pembuatan tebing dan penataan Sungai Batang Agam, menurut Kabid Pengairan Muslim, sudah menjadi catatan Pemko. Pembangunan Sungai Batang Agam, sudah ada perjanjian kerjasama antara Pemko Payakumbuh dengan Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI. Pihak pusat akan menyelesaikan proyek itu untuk jangka panjang, dengan dana tersedia lebih kurang 1,2 trilyun rupiah dengan panjang proyek 15,6 kilometer, dari Balai Panjang hingga Payobasung pada aliran Sungai Batang Agam.(rel/Dodi Syah Putra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*