Kabupaten Berau Belajar Pemberdayaan Masyarakat ke Payakumbuh

Kantor Bupati Berau.

Kantor Bupati Berau.

PAYAKUMBUH, PADANGTODAY.com-Bupati Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, mengirim 20 orang pejabat Badan Pemberdayaan Masarakat Pemerintahan Desa dan kepala kampung serta pelaku ekonomi kerakyatan kabupaten setempat, ke Payakumbuh, Rabu (5/11). Kunjungan tamu dari Kaltim itu, belajar cara meningkatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan di Payakumbuh.

Di Payakumbuh rombongan Kabupaten Berau, dipimpin Kepala Badan Pemberdayaan Masarakat Pemerintahan Desa Berau, Bakri itu, dibawa ke Lembaga Keuangan Mikro Agrbisnis (LKMA) Pincuran Bonjo dan Sub Terminal Agrobisnis (STA) Baliak Mayang Kelurahan Padang Alai, Kecamatan Payakumbuh Timur dan Pabrik Coklat Chocato di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Selama di Payakumbuh, rombongan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMP-KB) Payakumbuh, H. Harmayunis, Kadis Pertanian Iqbal Bermawi, M.Si, Camat Payakumbuh Timur Edvidel dan Camat Payakumbuh Selatan Herlina.

Manager LKMA Pincuran Bonjo, Fairizal Ilyas, didepan tamu yang datang mempresentasikan, perjalanan LKMA Pincuran Bonjo dan STA Baliak Mayang dalam menjalani bidang pertanian itu, sehingga sudah punya omset milyaran rupiah itu. Dikatakan, ratusan petani yang menjadi anggota LKMA dan STA, tak pernah merasa kesulitan dalam permodalam, karena selalu difasilitasi oleh LKMA.

Menurutnya, seluruh anggota tak pernah merasa risau dalam bertani, karena dari hulu hingga hilir mendapat bimbingan oleh LKMA dan STA. “Rasa senasib sepenanggungan benar-benar berjalan di lembaga keuangan dan kelompok sub terminal agrobisnis ini,” sebut Fairizal Ilyas. Di LKMA dan STA di Kelurahan Padang Alai itu, rombongan mengaku sangat puas. Menurut pimpinan rombongan, mereka sangat mendapat ilmu dalam pemberdayaan masyarakat. “Kami sangat senang dan mendapat tambahan ilmu,” sebut Bakri.

Tak berbeda di LKMA Pincuran Bonjo dan STA Baliak Mayang, rombongan tamu yang datang juga mengaku puas ketika berkunjung ke Pabrik Coklat Mini Chocato di Kelurahan Kapalo Koto. Disini, manager pabrik Chocato Joni Saputra, menjelaskan secara detail keberadaan pabrik yang mendapat bimbingan dari pemko melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Kehutanan itu. “Pabrik ini sepenuhnya dibantu oleh pemerintah. Sehingga seluruh petani di daerah ini lebih bergairah bertanam kakao,” kata Joni.(malin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*