Kader IPNU Harus Tampilkan Islam Tengah

Padang, PADANGTODAY.com-Kader muda Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus tampil ditengah masyarakat dengan sikap Islam jalan tengah. Artinya Islam yang tidak terlibat dengan Islam radikal dan Islam liberal.

Advertisements

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar Dr.Ahmad Wira, M.Ag, Ph.D mengungkapkan hal itu pada dialog IPNU memperingati Harlah ke-61 IPNU, Sabtu (28/2/2015) malam di aula PWNU Sumbar. Dialog bertemakan, “IPNU Dulu, Kini dan Masa Depan” dihadiri juga PW NU Sumbar Suardi, mantan Ketua IPNU Sumbar Dr. Zainal Tuanku Mudo dan Ronaldi Taurus Tuanku Bandaro Sati, Dewan Pembina IPNU Sumbar Armaidi Tanjung, Ketua IPNU Sumbar Hadison serta pengurus IPNU periode 2014-2017 yang baru.

Menurut Ahmad Wira, kader IPNU harus tampil dengan paham Islam Ahlussunnah yang berada di tengah-tengah. Jangan tampil dengan Islam radikal yang cenderung melakukan tindakan kekerasan dalam bertindak, dengan mudah menuduh pihak lain kafir dan terlalu banyak membid’ah tradisi-tradisi dalam Islam. “Sedangkan Islam liberal yang terlalu keblabasan dalam pemikirannya,” tutur Wira yang juga staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang.

Kader IPNU harus membangun tradisi keagamaan dalam konteks keindonesiaan yang sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist. Sekarang ini makin gencar serangan dari pihak yang tidak senang melihat tradisi-tradisi yang sudah tumbuh berkembang di masyarakat yang disebut kearifan lokal. Mereka tanpa didukung dengan argumen yang kuat, langsung membid’ahkan sesuatu tradisi yang memang tidak ada larangan yang tegas dalam agama.

“Jadikanlah IPNU ini sebagai wadah belajar, wadah berorganisasi dan menjalin silaturrahmi. Yang lebih penting jadikanlah ber-IPNU itu sebagai wadah menjaga tradisi NU yang diwariskan para ulama-ulama terdahulu. Jangan jadikan IPNU hanya sebagai kebanggaan diri sudah terpilih jadi pengurus IPNU. Yang lebih penting itu apa yang bisa disumbangkan untuk IPNU ke depan,” kata Ahmad Wira.

Dewan Pembina IPNU Sumbar Armaidi Tanjung menambahkan, IPNU harus berbasis pondok pesantren, madrasah, lembaga pendidikan Islam lainnya dan sekolah-sekolah. Tantangan pelajar saat ini sangat berat. Tidak hanya memaju dirinya meraih prestasi belajar, namun yang tidak kalah pentingnya adalah pengaruh negatif pelajar dari luar dirinya.

“Diantara pengaruh negatif yang merupakan ancaman pelajar adalah peredaran narkoba, dampak negatif kemajuan teknologi informasi, pergaulan bebas, seks pranikah dan tindak kekerasan terhadap pelajar. Makin banyak pelajar yang terperosok dari ancaman tersebut. Ini sungguh memprihatinkan. Karenanya IPNU harus berperan aktif bagaimana pelajar dapat terhindar dari ancam tersebut,” kata Armaidi yang juga Bendahara PW GP Ansor Sumatera Barat ini.

Mantan Ketua IPNU Sumbar Zainal menambahkan, dari berbagai silaturrahmi yang dibangun dengan para senior IPNU di Sumatera Barat, ada tiga hal yang ditemukan. Pertama, IPNU sebagai kader akidah, kedua IPNU sebagai kader intelektual, dan, ketiga, IPNU sebagai kader organisasi. Ketiganya disimpulkan bagaimana IPNU mampu menjadi melindungi terhadap tradisi-tradisi keagamaan yang sudah tumbuh di masyarakat. Sebutlah tradisi yasinan, tahlilan, mauludan, bershalawat, dan seterusnya.

“Untuk itu, kader IPNU harus kuat akidah, intelektual dan kemampuan mengelola organisasi. Sehingga kader IPNU nantinya memang memiliki kemampuan melindungi umat dari tuduhan yang menyesatkan,” tambah Zainal.

Usai dialog, dilanjutkan pertunjukan salawat dulang yang dimainkan oleh pengurus IPNU Kabupaten Padangpariaman.(dil/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*