Kampung Tangguh di Desa Sikabu Pariaman

Padang-today.com – Desa Sikabu berada di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota pariaman, Provinsi Sumatera Barat, (Sumbar) dengan luas 0,4 kilometer persegi atau 2,38 persen dari luas wilayah Kecamatan Pariaman Selatan, memiliki 2 dusun berpenduduk setidaknya 400 jiwa itu menjadi salah satu percontohan dari desa-desa lain yang ada di Kota Pariaman.

Kenapa tidak, Desa Sikabu pada tahun 2019 keluar menjadi pemenang dalam lomba Desa Berprestasi tingkat Kota Pariaman yang dilaksanakan oleh Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPM) Kota Pariaman beberapa waktu lalu dan Desa Sikabu wakili Kota Pariaman pada perlombaan di tingkat provinsi.

Segala bentuk terobosan dan inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Sikabu, Syamsuhardi Koto untuk desa dan masyarakatnya, membuat desa yang satu ini lebih maju dari desa yang lainya. Hal ini tersua dengan bersinerginya masyarakat dan pemerintah desa bersama pemerintah setempat dalam percepatan pembangunan di segala bidang.

Terkait hal itu, Pemerintah Kota Pariaman bersama jajaran Kepolisian Resor Pariaman, membentuk kampung tangguh bencana, salah satunya sebagai upaya pencegahan dini dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di desa tersebut. Tepatnya pada hari ini, Selasa 16-06-2020 Desa Sikabu di Canangkan Oleh pemerintah setempat Sebagai Kampung Tangguh yang menjadi percontohan di Kota Pariaman.

Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, Desa Sikabu yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan, jika terkena bencana.

 

Berkat kegigihan dan kerja keras yang dilakukan  oleh Kepala Desa dan masyarakat untuk kemajuan daerahnya. Sehingga desa itu ditunjuk untuk Kampung Tanguh dan sebagai percontohan dari des lainya.

“Desa Sikabu di tunjuk oleh Pemerintah Kota Pariaman, karena memilik kemampuan dalam segala hal, makanya pada hari ini kami bersama Polres Pariaman mencanangkan desa tersebut sebagai desa percontohan di Kota pariaman,” kata Genius Umar usai Launching Kampung Tanguh Desa Sikabu, Selasa (16/6) di Pariaman.

Kampung tangguh, kata Genius, untuk memberdayakan potensi yang ada di setiap desa untuk dapat melakukan kesiapan tindakan awal terkait dengan upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Termasuk tindakan awal apabila ditemukan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 sampai dengan pengurusan dan pemakaman jenazah.

Kampung Tangguh ini baru pertama diciptakan oleh pemerintah setempat bersama Polres Pariaman, dan kemungkinan akan lahir Kota Tangguh di berbagai desa di Kota Pariaman.

Dalam pembentukan Kampung tangguh tersebut, lanjut Genius, terdapat beberapa aspek yang menjadi prioritas, yakni ketahanan pangan/ekonomi, ketahanan kesehatan dan ketahanan lingkungan (keamanan).

“Dengan semua aspek tersebut diatas, Desa Sikabu sudah layak dijadikan Kampung Tangguh dan menjadi Desa percontohan di Kota pariaman. Selain itu, di desa itu telah melakukan komitmen dengan masyarakat dan pemerintah untuk bebas dari bahaya narkoba,” kata Genius.

Ia berharap, dengan adanya Kampung Tangguh di Desa Sikabu itu dapat menjadi role model bagi desa dan kelurahan lainya, khususnya di Kota Pariaman, karena konsep Kampung Tangguh begitu tepat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kapolres Pariaman AKBP Deny Rendra Laksmana mengatakan karena kesiapsiagaan Sikabu terhadap COVID-19 maka desa tersebut dapat dijadikan percontohan bagi desa lainnya.

“Jadi desa ini tidak saja memenuhi tiga penilaian utama namun memiliki hal pendukung lainnya,” kata dia.

Ia menyebutkan adapun pendukung lainnya itu yaitu Desa Sikabu juga merupakan kampung bebas narkoba serta program literasi pemerintah desa yaitu literasi wifi.

Ia menyampaikan dengan keunggulan yang dimiliki tersebut maka desa itu diusulkan sebagai peserta lomba dalam memperingati hari Bhayangkara.

Sementara kepala Desa Sikabu Syamsuardi Koto merasa bangga dengan ditunjuknya Dea Sikabu menjadi Kampung Tangguh oleh pemerintah setempat. Masyarakat desa selalu berupaya menjadi yang terbaik dan terus melakukan perbenahan terhadap Desa Sikabu sehingga bisa menjadi percontohan dari desa-desa lainya yang ada di Kota Pariaman.

Menurutnya, pembentukan Kampung Tangguh Bencana tersebut  juga diharapkan  warga mampu menghadapi segala bentuk bencana yang terjadi di desa. Yakni, tidak hanya siap dan mampu menghadapi pandemi covid-19 saja, melainkan bisa menghadapi segala bentuk bencana.

Ia menambahkan, pembentukan kampung Tangguh bencana tersebut  harus tangguh dalam menghadapi  wabah covid-19 dan dampak  yang ditimbulkan dari penyebaran virus tersebut.

“Dampak dari covid-19 ini cukup luas, jadi tidak hanya mampu mencegah penyebaran virus corona saja, namun harus bisa menghadapi dampak dari covid-19 ini,” katanya.

Selain itu, masyarakat  yang ada di lingkup kampung  tangguh bencana tersebut harus juga  tangguh dalam menghadapi dan menanggani jika ada warga yang terdeteksi positif covid-19,dan juga  tangguh dalam hal pangan.

“Sesama warga untuk bisa saling membantu memenuhi kebutuhan hidup di kampung tangguh ini. Sehingga tidak ada warganya yang kekurangan pangan karena dampak dari covid-19 ini,” katanya

Ia menambahkan meskipun desa tersebut memiliki karantina perantau namun hingga sekarang belum digunakan karena pada saat lebaran perantau daerah itu tidak mudik.

“Jadi perantau sudah kami imbau agar tidak pulang, namun jika pulang juga maka diminta untuk dikarantina di tempat yang telah disediakan,” tutupnya. (SugeR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas