Kapal Tangker MT Cilacap Terbakar Di Perairan Kotabaru

kapal-tangker-pertamina-terbakarPADANGTODAY.com – Kepal Depo Pertamina Kotabaru Sutjipto, di Kotabaru, Rabu mengatakan, korban ditemukan di ruang kontrol mesin (Engine Control Room) dalam keadaan sudah meninggal.

Advertisements

Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal Tangker MT Cilacap, yang terbakar di Perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/9) sekitar pukul 23.30 WITA, yakni Purwo Hadi Wibowo (50), ditemukan di ruang kontrol mesin, Rabu sekitar pukul 08.30 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan oleh tim yang tergabung dari Pertamina, Basarnas, dan yang lainnya dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/9).

Sebelumnya, Kapolres Kotabaru, Ajun Komisaris Besar Polisi Rizal Irawan dengan didampingi Kasat Polair Ajun Komisaris Polisi H Sumari, mengatakan, sebenarnya anak buah kapal MT Cilacap memiliki 26 orang kru, tetapi ada empat yang cuti.

“Sehingga saat terjadi insiden hanya 22 orang Anak Buah Kapal (ABK), kapal tanker MT Cilacap yang sedang operasional, dan saat divekuasi oleh tim penolong, hanya 21 orang yang ditemukan selamat, dan satu dinyatakan hilang,” terangnya.

Sebanyak 21 orang ABK kapal tanker MT Cilacap yang terbakar di Perairan Kotabaru Senin (15/9) sekitar pukul 23.30 Wita tersebut, selamat setelah dievakuasi dengan lima kapal tougboat.

Api yang membakar kapal tanker yang memuat sekitar 4.500 kiloliter BBM tersebut berhasil dipadamkan Selasa (16/9) sekitar pukul 01.30 Wita.

Sumari mengemukakan, lima kapal tougboat yang berhasil mengevakuasi dan memadamkan api, bantuan dari Syahbandar tiga unit tougboat, dua unit tougboat dari perusahaan tambang Baratama dan PT Arutmin yakni, tougboat IBT.

Dugaan sementara, lanjut Kasat Polair, sumber api berasal dari kamar mesin MT Cilacap. Dia menambahkan, MT Cilacap merupakan kapal tanker yang sekaligus menjadi terminal BBM untuk melayani pengisian BBM kapal di tengah laut.

Kapal yang biasa mendapatkan pelayanan, kapal tujuan Sampit, Pangkalanbun, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Pare-pare, Sulawesi Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Banjarmasin, Kalsel. “Tanker tersebut beroperasi di perairan Kotabaru sejak 2008 sampai sekarang,” tambahnya.(mr/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*