Kapolres :  Masalah Nagari Dan Tipiring Selesaikan Dengan Musyawarah

Kapolres Tanahdatar AKBP Nina Febri Linda saat melounching Kamtibmas Badunsanak Luhak Nan tuo di Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Sabtu (7/3).

Kapolres Tanahdatar AKBP Nina Febri Linda saat melounching Kamtibmas Badunsanak Luhak Nan tuo di Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Sabtu (7/3).

Tanahdatar, PADANGTODAY.com-Masalah di Nagari ataupun kasus ringan (Tipiring) hendaknya diselesaikan dengan musyawarah, jangan sampai masuk ke ranah hukum. Harapan ini disampaikan oleh Kapolres Tanahdatar AKBP Nina Febri Linda saat melounching Kamtibmas Badunsanak Luhak Nan tuo di Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Sabtu (7/3) di Aula kantor Walinagari balimbing.

Berbagai persoalan yang timbul dalam kaum atau nagari bisa cepat diredam dan diselesaikan oleh ninik mamak lewat jalan musyawarah dan mufakat.

“Dengan lebih meningkatkan peran ninik mamak dalam hukum adat tersebut, berbagai persoalan yang rumit sekalipun yang muncul dan terjadi dalam kaum atau bahkan di tingkat nagari, akan dapat dieleminir lalu diselesaikan melalui pendekatan hukum adat oleh ninik mamak pihak-pihak yang bersengketa dengan kekeluargaan,” kata Nina.

Untuk kemudian, tambahnya, melalui peran ninik mamak kedua belah pihak yang bersengketa, persoalan dapat diselesaikan melalui jalan musyawarah dan mufakat tadi.

Dengan jalan musyawarah dan mufakat yang dikedepankan oleh para ninik mamak, persoalan bisa diredam dan diselesaikan hingga tak harus berlanjut ke ranah hukum atau ke polisi, termasuk dengan masalah sengketa tanah ulayat yang cukup banyak terjadi di wilayah Minangkabau.

“Sengketa ranah ulayat dapat diselesaikan melalui pendekatan hukum adat oleh para ninik mamak melalui jalan musyawarah dan mufakat kaum,” tambahnya.

Banyak persoalan tanah ulayat di ranah Luhak Nan tuo yang timbul karena batas tanah yang ditunjuk sesuai kehendak masing-masing tanpa mempedomani aturan yang berlaku.

Nina juga menyampaikan program Kapolda tiada hari tanpa silaturahmi di aplikasikan oleh Polres Tanahdatar dengan Kamtibmas Badunsanak Luhak nan tuo ini dengan tujuan Polisi sebagai pelayan masyarakat semakin hari semakin akrab.

Dijelaskan, Keterbatasan personil anggota kepolisian sehingga membutuhkan kerjama dari masyarakat agar terciptanya Kamtibmas. “Idealnya 1 personil polisi berbanding dengan 400 masyarakat , namun untuk Kecamatan Rambatan saja 1 anggota polisi berbanding dengan 1800 warga ,jadi peran serta masyarakat sangat dibutuhkan disini,” Harapnya.

Sementara itu walinagari Balimbing Peto Sutan mengemukakan, Untuk mewujudkan Kamtibmas Badunsanak ini dibutuhkan satu kesatuan antara masyarakat dengan aparat kepolisian dengan mempedoman adat salingka nagari.

“Kamtibmas ini sudah ada sejak lama, namun masih kurang dalam pelaksanaannya, oleh karena itu dengan dilounchingnya Kamtibmas ini oleh Kapolres Tanahdatar, marilah sama-sama kita berkorodiansi dan bekerjasama dalam menciptakan rasa aman dan tertib di nagari balimbing,” Harapnya.

Turut hadir pada acara itu Ksatreskrim AKP Wahyudi ,Kasatbinmas AKP Syahrial, Kasatlantas AKP Erman, Kasat intel AKP Sosialisman, Paur Humas Polres AIPTU Donil, Camat rambatan dan Ninak mamak serta tokoh masyarakat balimbing. (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*