Karena Di Aniaya Bocah Ini Kabaur Dari Rumah

Anak_Dirantai
LABUHANBATU,PADNGTODAY.com– NS, bocah usia lima tahun asal Labuhanbatu Sumatera Utara menjadi korban penganiayaan oleh kakak ibunya. Tubuh NS babak belur, bahkan matanya lebam karena dipukuli. Tak hanya itu, NS juga diikat dengan rantai besi yang biasa digunakan untuk mengikat ternak.

Advertisements

Seperti dilansir Metro Siantar (JPNN Grup), aksi kekerasan ini terungkap, Sabtu (23/8) pagi. Saat itu, NS yang telah babak belur dengan kaki terikat rantai berjalan tertatih-tatih.

Ternyata, NS kabur dari rumahnya di Jalan Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu. Di tengah jalan, NS bertemu dengan Bani alias Ucok (35), pemilik bengkel sepeda motor di kawasan Padang Bulan, Kecamatan Rantauprapat, Labuhanbatu.

“Aku penasaran, kok wajah anak itu babak belur sambil terikat rantai. Makanya anak itu kutemui. Saat kutanya, anak itu mengaku telah dipukuli uwaknya (kakak ibunya),” jelas Ucok.

Mendengar pengakuan bocah tersebut, Ucok yang mengaku kasihan kemudian memanggil sejumlah personel polisi yang kebetulan melintas dengan mobil patroli.

Mendapat laporan Ucok, sejumlah personel polisi langsung membawa NS ke ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Labuhanbatu. Di ruangan itu, NS kembali mengakui jika dirinya memang telah dianiaya uwaknya Wanti (29), yang tinggal serumah dengannya.

“Jadi memang saat kita tanyai, anak ini mengaku dipukuli dan dirantai uwaknya. Dan, saat ditemui pelapor, anak ini baru saja melarikan diri,” jelas Kanit UPPA Polres Labuhanbatu Ipda Tita H kepada wartawan di Mapolres Labuhanbatu. (sm/jpnn/dil)