Karena Mahar Yang Tidak Masuk Akal Seorang Pria Menembak Mati Bekas Tunangannya

ILUSTRASI

ILUSTRASI

PADANGTODAY.COM– Seorang pria Pakistan menembak mati bekas tunangannya dan sembilan orang keluarga calon mertuanya kemarin, Minggu (5/6). Polisi mengatakan tindakan sadis itu dilakukan karena konflik soal mahar pernikahan.

Sebelum pembantaian ini, Mir Ahmad Shah sudah membunuh orang tua dan kedua adiknya enam bulan lalu, lantaran menolak membayarkan mahar kawinnya.

Mir berumur 25 tahun, yang juga anggota kepolisian, buron sambil membawa senapan laras panjang AK-47 di Distrik Charsadda, Provinsi Pakhtunkhwa, Pakistan.

“Dia mengejutkan seisi rumah bekas tunangannya lalu membunuh sepuluh anggota keluarga saat mereka sedang tertidur. Korban termasuk dua anak kecil dan empat wanita,” ungkap Kepala Polisi setempat, Shaifullah Khan

Pihak kepolisian sudah meningkatkan status kepada Shah tersangka pembunuh berantai. Dia kini menjadi buronan paling dicari di Pakistan.

Awal mula cekcok berdarah ini saat keluarga tunangan Mir meminta rumah sebagai mahar pertunangan. Mir marah saat mengetahui permintaan mahar tersebut tidak masuk akal. Apalagi keluarganya juga memintanya membatalkan pernikahan karena tidak sanggup membayar mahal. “Itu membuatnya gelap mata,” ungkap Gulzhar Khan, rekan Mir sesama anggota kepolisan.

Dalam adat pernikahan Pakistan, mahar seringkali berupa barang atau uang dengan nilai fantastis. Mahar yang sangat mahal dianggap bentuk jaminan bagi keluarga perempuan jika terjadi perceraian.

(ard/uil)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*