KASUS DUGAAN MIE INSTAN 4,2 TON MASIH DALAM PENGEMBANGAN

Padang-today.com – Balai Besar POM di Padang,Sumatera Barat masih melakukan pengembangan kasus dugaan Mie instan kadaluarsa sebanyak 4,2 ton yang diamankan PT PDG daerah By Pass kota itu.
“Hingga saat ini masih dalam pengembangan dan penelurusan kasus tersebut,”kata Kepala BPOM Padang, Martin Suhendri di Padang.
Ia menjelaskan, BPOM dalam melakukan pengembangan kasus tersebut tetap koordinasi dengan Polda Sumbar serta instansi terkait.
“Temuan Mie instan rusak dan kadaluarsa tersebut didapatkan dilapangan telah diamankan oleh PPNS BPOM di Padang dan disimpang di kantor,”ungkapnya.
Mie instan di PPNS yakni mie dalam kondisi rusak dan kadaluarsa sebanyak 134 kardus dan 285 bungkus. Penyidik juga menemukan sebanyak 213 karung mie instan @ 20 Kg yang sudah di kemas ulang ke dalam karung dengan berat total sekitar 4,2 ton dengan nilai keekonomian Rp13.419.000. “Barang tersebut diambil dari gudang PT PDR yang berada di daerah By Pass Kota Padang. BPOM tidak melakukan penyegelan gudang perusahaan.
BPOM juga akan menyelidiki pembeli mie instan diduga sudah bereda di beberapa daerah di Sumbar. “Jika masih ada ditemuka akan cepat mengamankan supaya jangan di konsumsi masyarakat,”jelas Martin Suhendri.
Ia menyatakan, dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada, pada pokoknya setiap orang atau pelaku usaha dilarang membuka kemasan akhir pangan untuk dikemas kembali dan diperdagangkan.
Kemudian dilarang memproduksi dan memperdagangkanpangan yang sengaja tidak memenuhi standar keamanan pangan dan dilarang menghapus, mencabut menutup mengganti label melabelkan lagi, dan/atau menukar tanggal, bulan, dan tahun kadaluarsa pangan yang diedarkan.
“Dalam peraturan juga dinyatakan bahwa setiap orang dialrang membka kemasaan akhir pangan untuk dikemas kembali dan diperdagankan dana dilarang mengendarkan pangan sudah kadaluarsa,”katanya.
Ia menjelaskan, jika makanan maupun minuman kadaluarsa beredar serta dikonsumsi masyarakat sangat membahayakan bagi kesehatan manusia.
“Makanan kadaluarsa dikonsumsi masyarakat dapat membahayakan bagi keshatan manusia,”ungkapnya.
Martin menghimbau masyarakat untuk waspada dana selalu memperhatikan kemasan label, informasi dan tanggal kadaluarsa produk makanan yang beredar.
“Jika ada ditemukan makanan dan minuman kemasaan sudah kadaluarsa segera memberitahukan BPOM untuk ditindaklanjuti dan mengamankan produk tersebut untuk tidak beredar lagi di tengah-tengah masyarakat,”imbuhnya.
Sementara itu Wadir Ditnarkoba Polda Sumbar, AKBP Yulmar Trihimawan menyatakan, pihak kepolisian kerjasama dengan BPOM dalam melakukan penyelidikan dan pengembangan mie instan kadaluarsa.
“Kami kerjasama terhadap penyalahgunaan bahan berbahaya dalam kasus tersebut,”katanya.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian khususny unit Ditnarkoba Polda Sumbar mengingin mengetahui kandungan bahan berbahaya dalam mie instan tersebut.
“Apabila ditemukan bahan berbahaya dalam mie instan tersebut, kasus ini belum ada ditetapkan tersangkanya,”ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*