Kasus Dugaan Sapi Masih Disidik

PARIAMAN,PADANGTODAY.COM- Kasus dugaan penggelapan dua ekor sapi bantuan yang dilakukan oleh Ketua Ketua Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan (Simpang III Paladangan), Korong Koto Hilalang Utara, Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padangpariaman, Tigirman, saat ini masih dalam penyelidikan Satuan Reskrim Polres Pariaman.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pariaman, AKP. Hidup Mulia pada media di ruang kerjanya, Rabu (23/3) mengatakan, sudah ada lima orang saksi yang dipanggil. Kelima saksi tersebut berasal dari bendahara dan anggota kelompok tani termasuk PPL.

“Kita juga akan memanggil dinas atau instansi terkait yang memberikan bantuan pada kelompok tani tersebut,” kata Hidup Mulia.

Jika terbukti, tambahnya, Tigirman diancam pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. “Meskipun sapi tersebut sudah dibeli kembali oleh terlapor namun ancaman hukuman pidananya masih tetap ada dan berlaku karena Tigirman sudah
mempunyai niat yang tidak baik,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Tigirman alias Tigin dilaporkan oleh sekretaris Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan (Simpang III Paladangan), Sudirman. M bersama lebih dari separuh anggota kelompok tani lainnya ke Polres Pariaman dengan Surat Tanda Terima Laporan Nomor : STTL/35/B/II/2016/SPKT/Polres tertanggal 27 Februari 2016.

Pada tahun 2014 lalu, Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan (Simpang III Paladangan) mendapat bantuan dua ekor sapi ternak dan pada tahun 2015, tanpa sepengetahuan anggota kelompok tani, dua ekor sapi bantuan telah dijual oleh Tigirman. Kemudian sekretaris, bendahara bersama anggota kelompok tani melapor kepada Polres Pariaman.

Terpisah, pelaor yang juga Sekretaris Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan (Simpang III Paladangan) pada wartawan mengatakan, agar pihak Kepolisian Resor Pariaman mengusut tuntas kasus yang telah merugikan anggota Kelompok Tani dan Ternak Sinar Harapan (Simpang III Paladangan) karena sudah hampir satu bulan sejak kasus ini dilaporkan belum ada pemanggilan terhadap terlapor. “Malah terlapor berkata kalau dia tidak bisa dijerat hukuman karena dia mempunyai dekingan wartawan harian dan dia juga menjual nama Bupati Ali Mukhni sebagai pembekingnya,” terang Sudirman. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*