Kasus Narkoba di Kabupaten Solok Meningkat 50 Persen

*Kader Antinarkoba Harus Proaktif

Advertisements

.

AROSUKA, PADANG-TODAY.COM

Peredaran Narkoba di Kabupaten Solok sudah sangat memprihatinkan. Dari data pengungkapan kasus Narkoba di Polres Solok Arosuka, terjadi peningkatan jumlah kasus sebesar 50 persen. Tahun 2015 lalu hanya terdapat 8 kasus Narkoba yang diungkap, sedangkan hingga Agustus ini, Polres Arosuka mengungkap 12 kasus. Data itu pun, baru dari Bulan Januari hingga Agustus 2016 ini. Hal ini pun ikut mencengangkan karena di Mapolres Solok Kota, selama 2015 hanya terdapat 3 kasus Narkoba, dan hanya meningkat menjadi 4 kasus di 2016 ini.

Data ini membuat aparat penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan maupun Badan Narkotika Kabupaten Solok harus bekerja ekstra keras. Berbagai upaya yang dilakukan dalam pemberantasan barang terlarang itu, memang telah membuahkan hasil dengan ditangkapnya para pelaku. Namun di sisi lain, data tersebut juga menunjukkan bahwa Kabupaten Solok menjadi daerah sasaran peredaran barang haram itu.

Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin dalam kapasitasnya sebagai Ketua BNK Solok menyatakan upaya pencegahan merupakan upaya terbaik menyelamatkan generasi bangsa ini dari jeratan narkoba. Salah satu upaya adalah dengan menanamkan pengetahuan, pemahaman bahaya narkoba pada masyarakat. Mulai dari penyuluhan, iklan melalui media cetak dan elektronik, seminar, dan pelatihan Kader Anti Narkoba.

“Dalam upaya pencegahan ini, kader anti narkoba memiliki peran dan tanggung jawab yang sangat besar. Mereka menjadi ujung tombak untuk upaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, terutama masyarakat secara umum,” ujar Yulfadri di hadapan peserta pelatihan pencegahan Narkoba di Kantor Wali Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kamis (1/9).

Yulfadri juga mengimbau para kader juga menanamkan nilai-nilai ke masyarakat dengan wawasan dan pengetahuan tentang bahaya Narkoba. Serta yang tak kalah pentingnya pemahaman dan pandangan agama tentang bahaya Narkoba ini.

“Saat ini, Pemkab Solok sedang menggencarkan program gerakan rehabilitas 100.000 pecandu Narkoba. Program itu, telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Solok tentang rehabilitas rawat jalan gratis bagi pecandu narkoba non institusi. Penerima juga wajib lapor ke RSUD Arosuka,” ujarnya.

Yulfadri berharap dengan adanya pelatihan pencegahan narkoba di Nagari Cupak ini, dapat mengurangi penyalahgunaan Narkoba di tengah masayarakat. Selain itu para peserta pelatihan diharapkan betul–betul memahami cara dan bagaimana upaya pencegahan peredaran narkoba. (*)

[YANCE GAFFAR / RIJAL ISLAMY]

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*