Kebijakan Bupati Menuai Masalah

Iklas Darma Mulya Sebagai Terlapor

Padang-today.com___Ikhlas Darma Murya terlapor dari dugaan pencemaran nama baik Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, menegaskan akan melawan melalui jalan hukum.

” Pasien yang terbaring di RSUD tersebut, butuh perawatan medis dari tenaga medis. Artinya, ini jelas dan terang sekali sebagai bentuk kepentingan umum yang saya suarakan. Jika saya tidak terbukti bersalah, saya akan laporkan balik Ali Mukhni,” kata Ikhlas kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, terkait dengan pengaduan bupati Ali mukhni tersebut tidak membuat ia mundur dalam menyuarakan kebenaran demi hajat hidup masyarakat banyak.

Bayangkan, kata dia, Pasien-pasien yang seharusnya mendapatkan pertolongan medis secara intensif oleh dokter-dokter spesialis dibiarkan terlantar tanpa tindakan medis. Bahkan lebih mirisnya ketika saya mendapati seorang pasien ibu lansia masih berlumur darah segar dalam keadaan diperbal akibat kecelakaan fatal, tergeletak di ruang IGD.

selain itu, lanjutnya,  pada konteks legitimasi, kebijakan Ali Mukhni terindikasi menyalahi Sertifikat Kompetensi, baik itu UU, PP dan Permenkes telah menempatkan dokter (spesialis) sebagai pemilik wewenang terbesar dibandingkan dengan Nakes (tenaga kesehatan) lainnya di lapangan.

Sebelumnya, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dimintai keterangannya sebagai pelapor atas dugaan pencemaraan nama baik yang diduga dilakukan oleh pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya di Mapolres Padang Pariaman.

Ali Mukhni mulai diambil keterangannya oleh penyidik usai melaksanakan salat zuhur di Mapolres Pariaman pada 13.00 WIB. Tepat satu jam kemudian, Ali Mukhni keluar dari ruangan Satreskrim Polres Padang Pariaman. Ia sempat bercerita dengan sejumlah wartawan sebelum kembali meninggalkan Mapolres Padang Pariaman.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal menerangkan kepada wartawan, pelaporan pemilik akun facebook Ikhlas Darma Murya didasari unggahannya yang dinilai mencemarkan nama baik Ali Mukhni secara pribadi, sekaligus sebagai kepala daerah Kabupaten Padang Pariaman.

“Akun facebook Ikhlas Darma Murya mengunggah status pada 25 Juli 2018, 12.31 WIB. Dalam unggahannya itu, akun Ikhlas Darma Murya menuliskan kalimat “Hei Ali Mukhni!! Kebijakan binatang apo nan babuek? Pelayanan RS Paritmalintang terhenti akibat SK angku manyuruah 6 orang dokter spesialis BKD dima latak sisi kemanusian angku? Samantaro angok urang banyak terancam butuh pelayanan medis. Lai bautak angku pak bupati,” ujanya menirukan unggahan tersebut.

Dijelaskan,  dalam unggahan pada status Iklas tersebut, ada penggalan kata dengan penyebutan kebijakan binatang.  Secara tidak langsung yang bersangkutan menyebut yang membuat kebijakan adalah binatang.

“Ini adalah pencemaran atau penghinaan terhadap Bupati, sesuai dengan yang diatur pada pasal 27 ayat 3 Undang-Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 jo Pasal 45 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” tandasnya menghakiri. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas