Kejaksaan Agung Pecat 30 Pegawai Karena Terlibat Obat Terlarang

Gedung kejaksaan agung.

Gedung kejaksaan agung.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Kejaksaan Agung memecat 20 pegawai kejaksaan yang terlibat narkotika dan obat-obatan terlarang dan berbagai tindakan pelanggaran lainnya. Pemecatan tersebut dilakukan dalam kurun waktu Oktober 2014 hingga April 2015.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Jasman Panjaitan mengatakan, mereka diberhentikan secara tidak hormat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Yang korupsi juga ada, kita pecat juga, nggak ada urusan. Siapa pun kalau melanggar kita tindak tegas,” ujar Jasman di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (17/4/2015).

Beberapa pegawai yang diberhentikan antara lain Staf Tata Usaha di Kejari Jambi, Penyiap Administrasi Penanganan Perkara di Kejari Banjarmasin, Kasubbag Protokol dan Kamdal di Kejati Lampung, Penyiap Administrasi di Kejari Klaten, Tata Usaha di Kejari Nabire, Staf Pembinaan di Kejari Sumatera Barat, Jaksa Fungsional di Kejati Sumatera Barat dan Tata Usaha di Kejaksaan Agung RI.

Jasman mengatakan, pembenahan disiplin pegawai kejaksaan memang menjadi atensi penting ke depannya. Jaksa Agung HM Prasetyo memberikan instruksi langsung ke jajaran kejaksaan untuk memperketat disiplin para pegawainya.

Jajaran kejaksaan pun, lanjut Jasman, telah menyurati kejaksaan tinggi di seluruh Indonesia untuk melaksanakan tes urine bagi para pegawainya demi memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba.

“Banyak jaksa atau pegawai terlibat narkoba. Maka, saya minta seluruh Kejati mengetes semua staf,” ujar Jasman.

(fjk/mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*