Kejaksaan Negeri Lubukbasung Tahan Tersangka Kasus Penyalahgunaan Sapi Bantuan

foto

Lubukbasung, PADANGTODAY.com– Kejaksaan Negeri Lubukbasung menahan W yang merupakan ketua Gapoktan Pinang Saiyo, kenagarian kampung Pinang Kecamatan Lubukbasung kabupaten Agam, Rabu (10/9) pagi. Penahan oleh pihak kejaksaan berdasarkan surat perintah penahanan tingkat penuntut nomor : PRINT-24/N.3.21/Ft.1./2014, yang dilakukan setelah melalui proses penyelidikan panjang terkait penyalahgunaan wewenang bantuan sapi tahun 2011 dari Departemen Sosial RI. Pada saat itu, W mendapat bantuan sebanyak Rp 340 Juta untuk pembelian 35 ekor sapi yang akan dibagikan kepada anggota kelompoknya, namun dalam berjalannya waktu, W menjual sebagian bantuan sapi tersebut, sehingga Negara dirugikan Rp 150 juta.

“Tersangka W kita tahan mulai hari ini (Rabu 10/9) sampai tanggal 29 September nanti di Lapas Muaro Padang, dan setelah 20 hari, kita akan melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor Padang” ujar Kajari Lubukbasung Setyo Pranoto melalui Kasi Pisus Erwin Nur Iskandar.

Penahan tersebut dilakukan setelah adanya pemeriksaan oleh Inspektorat Pemerintah kabupaten Agam dan laporan masyarakat, sehingga penyidik kejaksaan Negeri Lubukbasung melakukan 4 kali pemeriksaan terkait kasus penjualan sapi bantuan tersebut. Dari hasil pemeriksaan Inspektorat, ditemukan kerugian Negara sebesar Rp 69 juta. Namun setelah diselidiki dan diperiksa serta pengumpulan barang bukti oleh kejaksaan, ditemukan kerugian Negara akibat penyalahgunaan sapi bantuan tersebut sebesar Rp 150 juta.

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka mengatakan, bahwa cliennya tidak merugikan negara, ” Tidak ada kerugian Negara akibat perbuatan clien kami, karena pada awalnya sapi-sapi tersebut diminta dalam satu kandang, namun dalam perjalanannya, sapi tersebut di bawa pulang oleh anggota kelompok sampai ada yang menjual 3 ekor sapi serta 3 ekornya lagi mati.” ujar¬† Masrizal,SH, kuasa hukum tersangka.

Ia menambahkan, pada awalnya, cliennya menerima bantuan untuk kelompok tani dalam bentuk dana sebesar Rp 340 juta untuk pembelian 35 ekor sapi, kemudian untuk membeli mesin seharga Rp 26 juta dan pembelian becak Motor Rp 18,5 juta serta pembuatan rumah kompos. Setelah dihitung anggaran yang terpakai, kami menemukan bahwa uang pribadi clien kami juga ikut terpakai sebanyak Rp 40 juta untuk biaya pembelian makanan 35 ekor sapi yang dipelihara oleh W selaku ketua kelompok selama 1,5 bulan, karena pada awalnya anggota kelompok tidak mau memelihara sapi-sapi tersebut. ” Menurut kami tidak ada kerugian Negara akibat dari perbuatannya. Bahkan didalam kelompok Gapoktan ini,yang merugi itu adalah clien kami selama proses pengurusan pembagian sapi ke pada kelompok Gapoktan” tambahnya.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas