Kejari Pariaman, Bangun Zona Integritas Untuk Mewujudkan Pencegahan Korupsi

Padang-today.com – Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Diantara stranas tersebut adalah penegakan hukum dan reformasi birokrasi (RB). Karenanya rencana aksi stranas PK Tahun 2019 diprioritaskan pada pembangunan Zona Integritas (ZI) unit-unit kerja percontohan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan instansi penegak hukum, salah satunya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman.

Kejari sebagai salah satu lembaga yang sudah mendapatkan apresiasi atas pelaksanaan Zona Integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) ini semakin berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan yang baik dan bersih bagi seluruh masyarakat.

Terkait dengan komitmen itu, pihak Kejari Pariaman bersama Forkopimda Pemkab Padang Pariaman dan Kota Pariaman melakukan penandatanganan komitmen bersama (Pakta Integritas) sebagai bentuk membangun zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kamis (27/02) di Halaman Kejari Pariaman.

Kepala Kejaksaan Negari Pariaman, Efrianto menyebutkan, pihaknya dalam Persiapan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) / Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) telah melakukan Pakta Integritas dengan Forkopimda kedua daerah tersebut, Kota Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman.

Ia juga mengatakan bahwa tujuan acara ini adalah untuk memberikan sosialisasi dalam rangka persiapan pembangunan zona integritas di lingkungan pemerintah dan di lingkungan Kejari itu sendiri.

” Target kita di Pariaman mewujudkan WBK dan WBBM di kedua daerah tersebut,” kata Efrianto.

Untuk mewujudkan semua itu, kata Efrianto, pihaknya telah melahirkan langkah strategi untuk membangun zona integritas itu yaitu, pimpinan dan karyawan harus terlibat dalam melaksanakan semangat dan visi yang sama.

Kedua, kemudahan pelayanan. Semua pihak harus bersemangat dalam memberikan fasilitas yang lebih baik dan meningkatkan hospitality dalam memberikan kepuasan publik, ketiga, ciptakan program yang menyentuh masyarakat.

Program-program yang membuat masyarakat lebih dekat dengan lembaga sehingga masyarakat bisa merasakan lembaga tersebut benar-benar hadir. Keempat, monitoring dan evaluasi, dan kelima manajemen media.

Selain itu, pentingnya mengatur media dan menetapkan strategi komunikasi untuk memastikan setiap aktivitas dan inovasi perubahan yang telah dilakukan bisa diketahui oleh masyarakat. (SgR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*