Kekurangan Hakim, Indonesia Butuh 700 Hakim

Ilustrasi hakim.

Ilustrasi hakim.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Indonesia dinilai masih kekurangan ratusan hakim. Kondisi tersebut berimbas kepada banyaknya perkara yang menumpuk di pengadilan karena terlambat tertangani.

Komisioner Komisi Yudisial (KY) Bidang rekrutmen Hakim Taufiqurrahman Syahuri membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan penyebab kekurangan personel tersebut lantaran selama 4 tahun terakhir baik Mahkamah Agung maupun Komisi Yudisial tidak pernah melakukan pengangkatan hakim baru.

“Saat ini Indonesia memiliki 8.500 hakim di peradilan umum, peradilan tata usaha negara dan peradilan agama. Jumlah tersebut sangat kurang, idealnya, ditambah 700 orang lagi. Rekrutmen sangat dibutuhkan untuk mengganti hakim yang pensiun,” ujar Syahuri, di Solo, Sabtu (14/3).

Ia mengemukakan, kekosongan hakim saat ini banyak terjadi di Pengadilan Negeri (PN) Kelas II, terutama di wilayah luar Jawa. Syahuri menyebut banyak PN yang hanya memiliki 3 orang hakim saja. Kondisi tersebut mengkhawatirkan. Misalnya jika salah satu sakit, mereka tak akan bisa melaksanakan sidang.

“Tumpukan perkara di PN Kelas II yang ada di luar Jawa menjadi cukup tinggi,” keluhnya.

Dia tak menampik jika Komisi Yudisial menjadi salah satu pihak yang harus bertanggung jawab dalam kondisi ini. Sebab, rekrutmen hakim memang menjadi tugas Komisi Yudisial bersama Mahkamah Agung. Hal ini sesuai dengan amanah undang undang yang mengatur mengenai peradilan yang diundangkan 2009 lalu.

“Kami bersama MA telah menyusun peraturan bersama untuk melaksanakan rekrutmen hakim baru. Tahun 2014 kemarin sebenarnya akan kami buka rekrutmen. Tetapi, peraturan presiden mengenai tunjangan pendidikan calon hakim yang ditunggu-tunggu belum juga keluar,” ucapnya.

Untuk itu ia berjanji akan mengupayakan agar peraturan presiden itu bisa segera diterbitkan. Ia juga berharap agar rekrutmen bisa diselenggarakan pada tahun ini.

(hhw/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*