Kelangkaan BBM Di Payakumbuh dan Limapuluh Kota Makin Parah

Antrian BBM di SPBU

Antrian BBM di SPBU

Advertisements

PADANGTODAY.COM -Sampai hari ini, kendaraan bermotor yang butuh bensin, solar atau pertamax bagaikan ular panjang di tepi jalanan Payakumbuh. Bahkan di SPBU Parik Rantang Untuk SPBU di Parik Rantang, PT Azara Asa Lestari kini dipasang tali merah untuk antrian kendaraan. Setengah badan jalan terpakai.

“Sampai saat ini kami masih sulit mendapatkan BBM, tidak hanya BBM Subsidi seperti bensin, BBM non subsidi yakni Pertamx juga sulit kami dapat. Ini sudah sangat mengkawatirkan,” terang Doni Warga Payakumbuh, Rabu (27/8).

Kondisi sekarang, katanya, semakin parah. Pemerintah harus segera membuat terobosan. “Kalau memang BBM bersubsidi ini merugikan negara, kami siap beli BBM tanpa subsidi,” terangnya.

Data yang berhasil diperoleh sesuai delivery order (DO) dan data penjualan SPBU, PT Azara Asa Lestari Pertamax untuk Januari terjual 14.000 liter. Februari 7.000 liter dan di Maret 2014, 7.000 liter. Sementara, untuk premium dirilis data stok terjual 504.000 liter untuk Januari, Februari 462.000 liter, dan Maret 476.000 liter. Solar tidak dijual di SPBU ini.

Sementara, untuk SPBU PT Hutama Yurindra Pratama di Ngalau, Pertamax untuk Januari sebanyak 7.000 liter, pun Februari 7.000 liter. Premium Januari sebanyak 432 liter , Februari 416.000 liter, dan Maret 496.000 liter. Untuk solar, 252.000 liter untuk Januari, 196.000 liter untuk Februari, dan 238.000 liter untuk Maret 2014.

PT Anrico Tama Prima Lestari, SPBU di Parik Muko Aia, Pertamax stok terjual, Januari 44.000, Februari 7.000 liter, Maret 4.335 liter. Sementara, Premium stok terjual, Januari 846.000 liter, Februari 764.000 liter, dan Maret 874.777 liter. Sedangkan solar stok terjual untuk Januari 550.000 liter, Februari 496.000 liter, dan Maret 533.447 liter.

Sementara, untuk SPBU di Koto Nan Ampek PT Payakumbuh Sahati, konsumsi premium untuk Januari stok terjual sebanyak 41.635 liter, Februari sebanyak 43.632 liter, dan Maret 510.000 liter. Solar untuk Januari sebanyak 15.468 liter, Februari 14.962 liter, dan Maret 142.281 liter.

Sementara, sejak dua hari yang lalu, delivery order (DO) itu tidak dipenuhi oleh Pertamina. Sebab, alasan dikuranginya DO itu lah makanya antrian panjang kian mengular. Belum lagi soalan dibicarakannya dicabutnya subsidi BBM.

”Kok mode iko bucuk (cabut) sajolah subsidi ten. Poniang wak dek ndak baminyak ko ha (Kalau kayak gini situasinya, lebih baik cabut BBM bersubsidi ini)” ujar Suwardi, warga mudiak yang sedang antri di SPBU, Rabu (27/8).(malin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*