Kelolah LKMA Pemprov Kalimatan Belajar Ke Payakumbuh

Rombongan studi banding Pemprov Kaltim di depan Balaikota Payakumbuh  foto bersama.

Rombongan studi banding Pemprov Kaltim di depan Balaikota Payakumbuh foto bersama.

Advertisements

PAYAKUMBUH, PADANGTODAY.com-Gubernur Kalimantan Timur perintahkan kepala-kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) kota dan kabupaten provinsi setempat, berkunjung ke Payakumbuh, Kamis (25/9). Di Kota Batiah ini, 40 rombongan pejabat dan pengurus keltan tersebut belajar cara pengelolaan LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis). Tamu yang datang direkomendasi Kementerian Pertanian, bahwa untuk pengelolaan LKMA Payakumbuh lebih maju dari kota dan kabupaten lainnya di Tanah Air.

Demikian dikemukakan ketua rombongan Moh. Jauhar Ependi, M.Si, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Kaltim, saat menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke Payakumbuh, dalam acara petemuan dengan Sekdako Payakumbuh H. Benni Warlis.

Dalam pertemuan di aula Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh itu, juga hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh, Iqbal Bermawi dan sejumlah pengurus beberapa LKMA serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sekdako Payakumbuh Benni Warlis, saat memberi sambutannya, menyampaikan apresiasinya terhadap kepercayaan rombongan dari Kaltim datang ke Payakumbuh. “Kita sangat senang dan menghormati tamu yang datang. Apalagi untuk belajar dalam soal LKMA,” sebut sekdako.

Sekilas Sekdako Benni Warlis menuturkan, untuk mendukung permodalan petani di Payakumbuh, pemko mendorong tumbuhnya LKMA disetiap kecamatan. Sekarang, katanya, di lima kecamatan Payakumbuh sudah berdiri 33 LKMA dengan total modal usaha lebih kurang  Rp20 Miliyar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh, Iqbal Bermawi, dalam paparannya juga menyampaikan dampak positif dengan hadirnya LKMA, untuk membantu penguatan modal petani. Ia mencontohkan LKMA Pincuran Bonjo di Kelurahan Padang Alai, Kecamatan Payakumbuh Timur, salah satu LKMA terkuat di kota ini.

“Bapak dan ibu dari Kaltim, akan kami bawa ke LKMA Pincuran Bonjo. Dan silahkan lihat langsung dilapangan, bagaimana kesibukan pengurus LKMA melayani petani dalam mendapatkan modal usaha,” katanya.

Dilapangan, rombongan tamu dari Kaltim sangat senang diterima pengurus LKMA Pincuran Bonjo. Ketua LKMA Afrizal, A.md dan Manager LKMA Pincuran Bonjo Fairizal Ilyas, S.Sos, bahu membahu melayani para pejabat dari BPMPD Kaltim. Menurutnya, lembaga keuangan mikro ini mampu memberikan pinjaman modal usaha, minimal  total Rp300 juta  per bulan. Sepanjang tahun 2013, LKMA  Pincuran Bonjo mencatat SHU (sisa hasil usaha) sebesar Rp34.963.733.

Modal usaha LKMA ini, per 31 Desember 2013, berjumlah sebesar Rp776.317.564, meningkat dibanding modal usaha 2012 yang hanya berjumlah Rp613.158.024, atau naik 38%. Sementara, SHU yang diperoleh juga mengalami peningkatan mencapai Rp34.963.733, dibanding SHU 2012 yang hanya berjumlah Rp30.162.500. Sejak LKMA ini berdiri 2008, hingga sekarang nilai putaran usaha LKMA sudah mencapai Rp2.571.667.000. Dengan total pengembalian Rp2.067.349.500, dengan sisa pinjaman atau piutang pada anggota Rp504.317.500.

Cerita pengurus, LKMA Pincuran Bonjo lahirnya dibidani  Ir. H. Benni Warlis, MM, yang kini menjabat Sekdako Payakumbuh. LKMA benar-benar menjadi tulang punggung petani dalam mendapatkan modal usaha. Setiap petani yang ingin mengembangkan lahan pertanian tak perlu khawatir dalam mendapatkan modal. LKMA siap memberikan dan melayani petani bersangkutan.  Total petani yang datang meminjam sudah mencapai 1.500 orang lebih, berdatangan dari berbagai kelurahan terdekat.

Dikatakan, pengurus LKMA Pincuran Bonjo tidak hanya memberikan pinjaman kepada  petani, tapi juga ikut membina petani dalam mengembangkan usaha pertanian mereka. Mulai dari hilir sampai ke hulu, dari proses produksi hingga pemasaran hasil difasilitasi oleh LKMA dan STA Baliak Mayang di bawah binaan Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh. Hasil pertanian yang dikelola  petani, meliputi tanaman holtikultura, total produksi 2 ton per hari, berupa mentimun, buncis, terung, kacang panjang, pare, putulo dan cabe.(malin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*