Keltan Bina Bersama Terima Penghargaan dari Bank Indonesia

Keltan Bina Bersama Terima Penghargaan dari Bank Indonesia.

Keltan Bina Bersama Terima Penghargaan dari Bank Indonesia.

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Tidak sia-sia Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat di Padang, membina Kelompok Tani Bina Bersama di Koto Baru Payobasuang, Payakumbuh Timur. Keltan Bina Bersama ini, sukses melambungkan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar di tingkat Nasional.

Bank Indonesia Pusat, menetapkan Keltan Bina Bersama sebagai kelompok binaan potensial yang diharapkan mampu mengendalikan inflasi di Payakumbuh dan Sumatera Barat.

Selain menerima penghargaan dari Bank Indonesia, Keltan Bina Bersama juga memperoleh bantuan sarana produksi senilai 15 juta rupiah. Bantuan diserahkan Kepala BI Sumatera Barat Puji Atmiko, ketika melakukan temu lapangan bersama Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi di kawasan perkebunan tananam holtikultura milik Keltan Bina Bersama, Kamis (6/10).

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Kehutanan Payakumbuh, Ir. Syahril bersama Ketua Keltan Bina Bersama Mawardi di Balaikota Payakumbuh, menyampaikan reward yang diterima Keltan Bina Bersama itu sangat bermanfaat. Melalui itu, keltan dapat meningkatkan dan mengembangkan usaha pertanian mereka.

“Kita akan manfaatkan dana ini, buat pengembangan tanaman,” tegasnya, Rabu (12/10).

Keltan Bina Bersama di antara keltan yang mendapat binaan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, melalui kegiatan Model Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Berbasis Inovasi (MP2BBI) sejak rentang 2014-2015. Pembinaan dilakukan dari hulu hingga hilir, didukung oleh Bank Indonesia. Dukungan tersebut melalui kegiatan pengembangan klaster holtikultura, di antaranya tanaman cabe, terung, timun, kacang panjang, buncis dan pare.

Dalam beberapa kali panen sepanjang tahun ini, Keltan Bina Bersama sudah menikmati hasil yang cukup mengembirakan. Produksi timunnya dengan luas tanam 6 hektar, sudah mencapai 15 ton/hektar. Sedangkan, terung dengan luas tanam 3 hektar, sudah menghasilkan 16 ton/hektar.

Namun, sebut Mawardi, sebagai ketua dan petani yang cukup senior di Koto Baru Payobasuang, tidak semua tanamannya yang tumbuh subur. Tanaman cabe mereka, seluas lebih kurang 6 hektar, tahun ini boleh dikatakan gagal panen akibat kemarau yang cukup panjang. Walau begitu, sebutnya, seluruh petani tetap memiliki semangat tinggi.

“Kami tidak akan menyerah bertanam cabe,” tegas Mawardi.

Malahan, untuk mengantisipasi produksi cabe melimpah,  Keltan Bina Bersama sudah punya mesin pengolahan bubuk cabe, cabe blok dan manisan cabe. Menurutnya, kepercayaan Bank Indonesia dan BPTP Sumatera Barat sebagai Pembina tidak akan disia-siakan. Keltan Bina Bersama siap menekan lajunya inflasi di kota ini,” simpulnya.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*