Kemandirian Daerah Dilihat Seberapa Besar Kontribusi PAD Terhadap APBD

Padang-today.com__Efektifitas pembangunan di Kota Sala Lauk tidak bisa lepas dari pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang juga merupakan cermin kemandirian suatu daerah dan penerimaan murni daerah yang merupakan modal utama bagi daerah dalam membiayai pemerintahan dan pembangunan di daerahnya.

Pemerintah Daerah dalam upaya mengoptimalkan pemafaatan kekayaan daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah yaitu dengan tingginya belanja daerah perlu diimbangi dengan penerimaan keuangan daerah termasuk dari pendapatan pajak dan retribusi.

Tingginya belanja pemerintah ini digunakan untuk membiayai pembangunan diberbagai bidang dan sektor, baik pembangunan fisik maupun non fisik. Keberhasilan suatu daerah dapat dilihat dari PAD dan kemakmuran rakyatnya.

Sehingga kemandirian suatu daerah dapat dilihat dari seberapa besar kontribusi PAD terhadap APBD daerah tersebut. Pada prinsipnya semakin besar sumbangan PAD terhadap APBD akan menunjukan semakin kecil ketergantungan daerah terhadap pusat.

PAD tersebut tidak hanya berasal dari sumber pendapatan dan bantuan tetapi juga harus dari potensi dari daerah itu sendiri. Hanya sebagian kecil persentasi dari anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) tingkat provinsi masih berasal dari pemerintah pusat.

Sedangkan ketergantungan APBD tingkat kabupaten/kota terhadap suntikan pusat lebih tinggi yaitu persentasenya. Artinya, ketergantungan terhadap anggaran pemerintah pusat tidak terlepas dari minimnya penerimaan asli daerah.

Terkait dengan hal ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keunagan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatomi meminta pemerintah daerah (Pemda) keratif untuk menggali potensi objek pendapatan guna meningktakan pendapatan asli daerah (PAD).

“ Seharusnya PAD daerah lebih besar dari pada dana perimbangan, namun nyatanya secara nasional dana perimbangan lebih dominan yaitu mencapai 60,89 persen,” kata Agus Fatomi di saat sosialisasi pengelolaan keuangan daerah dan optimalisasi PAD Kota Pariaman, Jum’at 10-05-2019.

Untuk meningkatkan PAD tersebut pemda dapat melakukan dengan meningkatkan objek yang sudah ada dan memperluas objek yang belum dipungut. Artinya, meningkatkan objek sudah ada yaitu jika di suatu daerah ingin meningkatkan PAD dari perhotelan maka jumlah hotel dan kunjungan harus ditingkatkan.

Sedangkan memperluas objek yang belum dipungut yaitu peningkatan distribusi pajak yang dihasilkan dari hotel tersebut. Kendatipun demikian, upaya pemerintah setempat melakukan hal tersebut telah dilakukan, kenyataanya masih ada ruang untuk meningkatkan PAD.

“ Ruangan yang dimaksud yaitu dengan meningkatkan sarana sumber daya manusia, pengawasan, data, dan wajib pajak,” kata dia.

Pada kesempatan itu Walikota Pariaman Genius Umar mengatakan pihaknya terus mengupayakan meningkatkan PAD yang mana realisasinya hingga saat ini untuk tahun 2019 telah mencapai Rp 35 miliar.

PAD tersebut berasal dari peningkatan sumber daya manusia dan kapasitas teknologi di antaranya penerapan kota pintar ‘smartcity’

“ Untuk itu perlu diselenggarakan sosialisasi ini agar pengelolaan keuangan dan PAD menjadi lebih baik,” kata Genius Umar.

Selain itu, dengan adanya sosialisasi tersebut pihaknya juga dapat mengetahui tentang aturan pengelolaan keuangan terbaru. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas