Kembali Marak Pekan Terakhir Ramadhan, Tim 7 Payakumbuh Bakar Sarang Judi Ambuang

Tim 7 Payakumbuh kembali membakar sarang judi ambuang di Kelurahan Kotopanjang Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu (29/6) malam.

Tim 7 Payakumbuh kembali membakar sarang judi ambuang di Kelurahan Kotopanjang Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu (29/6) malam.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Dibantu masing-masing satu regu anggota TNI dari Kodim 0306/50 Kota, petugas Polresta Payakumbuh, serta satu regu petugas Satpol PP Provinsi Sumatera Barat, Tim 7 Payakumbuh kembali membakar sarang judi ambuang di Kelurahan Kotopanjang Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu (29/6) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Pembakaran sarang judi ambuang itu, setelah dilaporkan oleh warga setempat, kegiatan judi ambuang muncul lagi di kelurahan tersebut dalam sepekan terakhir Ramadhan ini. Kegiatan judi ambuang itu dilakukan pada malam hari, selepas taraweh hingga dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pelakunya, justru banyak  disinyalir datang dari daerah tetangga.

Namun menurutnya, kemungkinan razia Tim 7 sudah bocor. Begitu sampai di tempat judi ambuang tersebut, petugas tak menemukan pelakunya. Lokasi sudah kosong, serta lampu penerangan lokasi itu pun tak ditemukan petugas. Merasa kecolongan, petugas membakar lokasi yang dijadikan tempat judi. Semuanya perlengkapan yang terbuat dari bambu, seperti bangku-bangku, pondok dan lapak buat orang berjualan makanan, dibakar petugas.

Pembakaran sarang judi ambuang tersebut ikut disaksikan Camat Payakumbuh Timur L Kefrinasdi S.Sos bersama Lurah Kotopanjang Payobasuang Azmi, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Menurut Camat L Kefrinasdi, tanah  lokasi judi ambuang itu masih ditelusurinya.

“Ada informasi tanah tersebut milik ulayat nagari, tapi setelah dikonfirmasikan ke pihak KAN, ternyata milik pribadi. Kita akan temui sampai dapat, siapa pemilik tanah buat lokasi judi dimaksud, sehingga diharapkan, ia dapat membantu meredam aksi judi ambuang di Kotopanjang Payobasung,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas Satpol PP dilaporkan tetap melakukan operasi penertiban PKL yang berjualan di trotoar serta di lokasi lainnya yang terlarang untuk berjualan. Sepanjang Kamis (30/6), petugas membersihkan kawasan perempatan Napar dan pertigaan Parik Muko Aia, di Kecamatan Payakumbuh Utara, serta Kecamatan Lamposi Tigo Nagori. Ironisnya, petugas menemukan usaha tambal ban di atas trotoar.

Terhadap PKL yang membangkang, tak mau dilarang berjualan di atas fasilitas umum dengan berat hati lapak milik pedagang bersangkutan, terpaksa diamankan petugas.

“Mau apa lagi, yang bersangkutan tak mengindahkan Perda harus kita tertibkan,” ucap Fauzi.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas