Kemdikbud Gelar Seminar Untuk Membangun Kesadaran Mutu Penyelenggaraan PAUD

Kemenbud
PADANGTODAY.com-Periode keemasan atau golden age memberikan konsep dan fakta bahwa semua potensi anak berkembang optimal pada rentang pertumbuhan anak usia dini. Sebagai komitmen dan keseriusan antar bangsa terhadap pendidikan anak usia dini digalang dalam kesepakatan internasional, salah satunya melalui Deklarasi Dakkar.

Masih dalam rangkaian kegiatan Apresiasi PTK PAUDNI Berprestasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggaraan seminar internasional dengan tema “Membangun Kesadaran Mutu terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini” di Bandung, Jawa Barat (13-15/08/2014).

Seminar yang bertujuan untuk memberi pengetahuan dan pemahaman terhadap kebijakan pendidikan anak usia dini, baik lingkup nasional maupun internasional, dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia dari unsur dinas pendidikan provinsi, unit pelaksana teknis Ditjen PAUDNI, akademisi, praktisi, dan organisasi mitra PAUD.

Pembicara dari Indonesia, Helmizar (Universitas Andalas) memaparkan pandangannya bahwa setiap negara mempunyai sistem pendidikan yang berbeda. Khususnya, pendidikan anak usia dini dilaksanakan berdasarkan filosofi yang dianut masing-masing negara. Indonesia, mengadopsi sistem perkembangan anak usia dini universal, baik fisik maupun psikologis.

Namun demikian, berdasarkan penelitian yang dilakukan Helmizar mengenai implementasi psikososial dengan pendekatan pengembangan kognitif anak berdasarkan budaya lokal di Tanah Datar, Sumatera Barat menemukan bahwa orang tua dengan latar belakang yang berusia muda, tingkat pendidikan rendah, dan ibu rumah tangga lebih mudah untuk diajarkan simulasi psikososial untuk diterapkan di rumahnya.

Studi ini juga menghasilkan rekomendasi bahwa kualitas anak dapat ditingkatkan melalui pendidikan keorangtuaan berbasis komunitas dengan pendekatan budaya lokal, baik dengan dukungan atau tidak adanya suplemen makanan. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan budaya lokal dapat meningkatkan perkembangan anak dan lingkungan keluarganya.

Sementara itu, pembicara dari Selandia Baru, Kaye Jujnovich (New Zealand Indonesian ECED Program Recommendation), memaparkan pentingnya pendidikan keorangtuaan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam bidang pendidikan anak usia dini. Keluarga adalah sumber terbaik dalam mendidik anak. Orang tua dapat memberi masukan kepada pengajar sehingga ada tanggung jawab bersama dalam mendidik anak.

Di Selandia Baru, ada kerja sama erat antara pendidik PAUD dengan orang tua. Seperti orang tua mempunyai checklist untuk memantau perkembangan anak dan hal-hal yang perlu dilakukan. Anak harus mempunyai waktu bermain dengan pendampingan yang baik dari orang tuanya. Pemerintah sangat mendukung pendidikan keorangtuaan (parenting education) dan mendorong partisipasi keluarga dalam proses pendidikan.

Kaye menyarankan bagi pendidik yang ingin mendapatkan wawasan dan materi pengajaran PAUD di Selandia Baru dapat mempelajarinya dari laman resmi.

Pembicara lainnya dari UNICEF, Widodo Suhartoyo (Education specialist UNICEF Indonesia), memaparkan bahwa semua pihak bertanggung jawa memberikan memberikan hak anak.

Dalam hal ini, UNICEF membantu pemerintah untuk memperkuat program dan kebijakan PAUD yang berpihak pada rakyat miskin agar dapat memperbaiki akses keluarga dan kebutuhan masyarakat akan layanan PAUD yang berkualitas dan holistik integratif.

UNICEF juga mendukung melalui berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas pengembangan staf di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, dan penyelenggara dan praktisi PAUD dalam mendukung kebijakan PAUD.

Kemudian pembicara dari Turki, Kemal Pehlivan (Fatih College, memaparkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Berdasarkan banyak penelitian, usia dini adalah periode kritis dalam pengembangan inteligensia, termasuk intelektual dan emosional.

Melalui proyek Biz Degeriz dengan slogan We are the Value, Kemal menuturkan nilai-nilai yang diutamakan dalam pendidikan anak usia dini antara lain cinta kemanusiaan, pertemanan/persahabatan, dan saling menghargai.

Dari paparan pada seminar internasional ini diharapkan dapat menambah wawasan para peserta sehingga nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam merancang solusi dan rekomendasi terhadap tantangan yang dihadapi PAUD di daerahnya masing-masing. (dil)

Lewat ke baris perkakas