Kemdikbud Selenggarakan Kegiatan “Persemaian Nilai Budaya Sebagai Penguat Karakter Bangsa”

artikel-beasiswa-bidik-misi-kemendikbud-telusuri-dugaan-penyelewengan4223_aJakarta, PADANGTODAY.com – Film merupakan salah satu produk budaya yang dapat menjadi media pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai karakter bangsa. Karena itulah melalui Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali menyelenggarakan kegiatan “Persemaian Nilai Budaya sebagai Penguat Karakter Bangsa”. Kegiatan ini diwujudkan melalui acara Nonton Bareng Film Inspiratif di beberapa kabupaten/kota yang telah dipilih.

Kegiatan “Persemaian Nilai Budaya sebagai Penguat Karakter Bangsa” telah berlangsung sejak tahun 2011, di mana saat itu baru dilaksanakan di tiga kota. Tahun ini, acara Nonton Bareng Film Inspiratif dilaksanakan di 12 kabupaten/kota, yaitu di Kabupaten Kuantan Senggigi, Provinsi Riau; Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan; Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung; Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat; Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung; Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur; Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara; Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur; Kota Sorong, Provinsi Papua Barat; Kota Tidore, Provinsi Maluku Utara; Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan; dan Kota Bau Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Kemdikbud, Endjat Djaenuderadjat mengatakan, pemilihan lokasi Nonton Bareng Film Inspiratif tersebut didasarkan pada daerah-daerah yang belum memiliki gedung bioskop. “Jadi kita tidak menggunakan gedung bioskop. Tapi gedung besar yang dibuat menjadi seperti bioskop,” ujarnya saat jumpa pers di Gedung E Kemdikbud, Jakarta, (17/07/2014).

Endjat menuturkan, ada sekitar 500 guru dan 600 siswa SD dan SMP yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini. Sementara untuk pemilihan film yang diputar, telah melalui proses seleksi oleh beberapa kurator yang dipilih Kemdikbud, salah satunya Nunus Supardi, anggota Lembaga Sensor Film (LSF). Film-film yang diputar tersebut antara lain Tanah Surga Katanya, Soekarno: Ketika Bung di Ende, dan Hasduk Berpola.

Acara Nonton Bareng Film Inspiratif mendapat tanggapan positif dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Untuk tahun 2014 ini, pemutaran film inspiratif sudah berlangsung di empat lokasi, yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Belitung, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Kuantan Senggigi. “Ada semacam kerinduan dari siswa maupun guru terhadap pemenuhan kebutuhan di bidang hiburan,” kata Nunus Supardi di kesempatan yang sama.

Sementara Fuad Idris, aktor film Tanah Surga Katanya, yang juga hadir dalam jumpa pers mengatakan, banyak guru yang menangis usai pemutaran film. Ia melihat hal ini terjadi karena film-film yang diputar menyentuh rasa nasionalisme. Seperti film Tanah Surga Katanya, yang bercerita tentang masyarakat di daerah perbatasan dan realita kehidupan guru. (md/nol)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas