Kepala BKPM Daerah Sumatera Utara mengeluhkan Masih Kurangnya Pasokan Listrik dan Gas

Ilustrasi PLN

Ilustrasi PLN

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggelar rapat koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bidang Penanaman Modal. Dalam rakor tersebut, Kepala BKPM Daerah Sumatera Utara Purnama Dewi mengeluhkan masih kurangnya pasokan listrik dan gas untuk merealisasikan target investasi pemerintah sebesar Rp 3.500 triliun.

Purnama mengungkapkan pihaknya telah merealisasikan investasi sebesar Rp 10,8 triliun di tahun lalu. “Saya rasa jauh lebih besar jika kami didukung Pemerintah Pusat,” ujarnya dalam rapat koordinasi dengan BKPM, Jakarta Selatan, Senin (23/2).

Purnama mengeluhkan krisis listrik juga akan mengganggu target Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hap internasional. “Dengan dijadikannya Kuala Tanjung hap internasional pemerintah pusat jadi suatu daya tarik. Tapi tanda kutip kekurangan energi. Bagimanapun promosi jauh-jauh, kalau di daerah kami tidak akan mampu,” keluhnya.

Tak hanya itu, realisasi pembangunan pelabuhan tersebut sudah pasti terhambat dengan adanya defisit energi gas.

Selain krisis gas dan listrik, Purnama juga membeberkan kebijakan Kemenhut melalui SK No. 579 tahun 2014 tentang tata ruang kehutanan. “Tata ruang adanya Kemenhut SK 579 2014 sangat menghambat,” tegasnya.

Untuk itu, Purnama memandang target investasi yang bertambah dua kali lipat dari realiasasi pemerintah sebelumnya Rp 1.632,8 triliun bakal berjalan alot.

(bim/**)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*