Kepala Sekolah SDN 20 Lubuk Alung Diduga Melakukan Pungli Terhadap Guru di Sekolah itu

Padang-today.com – Kasus pelaporan oleh guru SDN 20 Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumbar soal pratik pungutan liar (pungli) di sekolah itu, kini menemui babak baru. Pihak Kepala Sekolah Dasar tersebut diperiksa oleh Tim Saber Pungli di daerah itu.

Tim Inspektorat Pemkab Padang Pariaman dari Satgas Saber Pungli, Baharuddin berani mengungkapkan hasil investigasi setelah ramai desakan publik. Diketahui, tim saber pungli untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan berada di Polres Padang Pariaman. Namun kali ini, Bahar berani meungkapkan hasil yang telah dicapai oleh tim saber pungli tersebut.

“Inspektorat mendapatkan surat pengaduan dari seorang guru di SDN 20 Lubuak Alung, atas dasar itu pihak Inspektorat melimpahkan penanganan pengaduan guru tersebut ke tim saber pungli Polres Padang Pariaman,” kata Baharuddin ketika di temui www.padang-today.com di kantor Inspektorat Parit Malintang, Jum’at (6/3).

Dari surat pengaduan guru SDN 20 Lubuak Alung yang masuk ke Inspektorat, bahwa kepala sekolah di SD itu diduga melakukan pungutan liar terhadap seorang guru. Atas pengaduan guru itu, Inspektorat melimpahkan kasus tersebut ke pihak Polres Padang Pariaman.

“Kasus pelaporan guru SDN 20 itu telah dialihkan kepada pihak Satgas Saber Pungli yaitu Polres Padang Pariaman. Hingga kini, kasus tersebut dalam penyidikan dan penyelidikan oleh Polres Padang Pariaman,” kata Baharuddin Auditor Madya pada inspektorat Kabupaten Padang Pariaman

Pihaknya, dalam hal ini hanya sebatas melakukan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efesien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil di pemerintah daerah. Terkait dengan kasus itu, Inspektorat memberikan rekomendasi kepada pihak Polres Padang Pariaman dan Dinas Pendidikan Kebudayaan di daerah itu, untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut.

“Rekomendasi yang kami berikan adalah, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mampu melakukan pembinaan terhadap pelaku yang diduga melakukan pungli di sekolah itu, sekiranya tidak menemukan hasil dari pembinaan tersebut, barulah pihak Satgas Saber Pungli yang terdiri dari Polisi, Dinas, dan Inspektorat melakukan penindakan,” kata Bahar.

Ia menambahkan, Satgas Saber Pungli Padang Pariaman terkait dengan kasusu ini berupaya melakukan pembinaan terhadap oknum kepala sekolah tersebut. Artinya, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melekukan pembinaan terhaddap oknum guru tersebut.

“Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam pembinaan itu, harus mampu berbuat kepada oknum guru itu, ya…setidak tidaknya memindahkan oknum kepala sekolah tersebut ke Dinas, agar sekolah tersebut berfungsi sebagai mengajar dan belajar. Sehingga tercipta kondisi yang kondusif,” ujarnya.

Sementara Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi ‘PAGA NAGARI’ (LBH.A.PN) Alimas,  sebagai kuasa hukum dari korban pungli tersebut membenarkan bahwa klienya yang berprofesi sebagai guru di SDN 20 itu telah dirugikan secara moril dan spritual.

“Dari pengakuan klien kami, oknum kepala sekolah itu melecehkan klien kami. Dengan kata hukumnya masuk dalam kategori penghinaan. Selain itu, Oknum Kepala sekolah tersebut diduga melakukan pungli terhadap klien saya dan bahkan pembangunan sekolah tersebut diduga bermasalah,” kata Alimas.

Diakui, pihak Satgas Saber Pungli Padang Pariaman sedang berupaya melakukan mediasi dengan klien LBH. A.PN dengan cara perdamaian. Miskipun perdamaian itu dilakukan oleh pihak Satgas Saber Pungli, pihaknya akan melakukan Somasi ke pihak terkait yaitu Satgas Saber Pungli, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan pihak-pihak lainya untuk dapat menindak kasus tersebut.

Dipihak lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman, Rahmang mengatakan pelimpahan atau rekomendasi dari Inspektorat terkait kasus SDN 20 tersebut belum sampai ke mejanya. Namun, ia berupaya akan melakukan tindakan kepada oknum kepala sekolah tersebut.

Sementara Kepala Sekolah SDN 20 Lubuk Alung, Desri Mayuti membantah adanya dugaan kasus tersebut. Dirinya beralibi, bahwa dugaan kasus pungli di sekolah yang ia pimpin itu adalah tidak benar.

“Dugaan yang ditujukan kepada saya terkait adanya pratek pungli di SDN 20 Lubuk Alung, semuanya itu tidak benar,” tutup Desri Mayuti. (SgR)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas