Kerangka Mayat Manusia Ditemukan Masyarakat di Kaki Gunung Merapi, BPBD Lakukan Evakuasi

Abrar kepala BPBD tanah datar.

Abrar kepala BPBD tanah datar.

Tanah Datar, PADANGTODAY.com-Masyarakat Tanah Datar di dikejutkan dengan di temukan kerangka mayat manusia di kaki gunung berapi. Berdasarkan laporan dari masyarakat melalui telepon kepada pusdal ops BPBD Tanah Datar senin, 22/9 sekitar pukul 13.30,
Kepala BPBD Tanah Datar Abrar segera mengirim 6 orang relawan BPBD di bantu jajaran kepolisian Tanah Datar melakukan evakuasi jenazah di kaki gunung merapi, berjarak sekitar 5 km dari perkampungan penduduk yaitu kampung jambak ulu Kec. Pariangan.
Setelah beberapa jam jenazah berhasil di evakuasi dan langsung dibawa mengunakan kantong mayat ke daerah jambak ulu, kec pariangan.

Setelah jenazah tiba dikampung jambak ulu, dari hasil koordinasi, kepala BPBD, kapolsek pariangan, kasat reskrim polres, Danramil, Camat, Kesbangpol, dan Sosnaker Tanah Datar segera mendatangkan tim dokter untuk memeriksa keadaan mayat dan mengumumkan secara resmi tentang penemuan sesosok mayat yang telah berbentuk tulang belulang manusia kepada masyarakat, agar yang merasa kehilangan saudara atau anak, keponakan untuk segera melapor kepolsek Pariangan, selang beberapa jam datanglah seorang bapak yang mengaku kehilangan anaknya beberapa bulan lalu, ke lokasi jenazah di ulu jambak, Pariangan namun pada saat itu masih ada keraguan dari bapak tsb tentang identitas jenazah yang di lihatnya.

Setelah menunggu beberapa jam maka pihak kepolisian, Kesbangpol, BPBD, Camat dan Danramil mengambil inisiatif untuk “menguburkan sementara” kerangka mayat tersebut didaerah pemakaman umum, jalan damai Batusangkar karena kondisi jenazah yang baunya sudah sangat menusuk hidung, dan dirasa sangat tidak mungkin jika tetap di biarkan berada dalam kantong mayat.

Namun ketika akan dikuburkan datanglah Etek/tante (bernama Mayarnis) dari jenazah tersebut, dari hasil pengamatannya benar bahwa mayat tersebut adalah keponakannya yang telah pergi dari rumah sekitar 3 bulan yang lalu.
Ia sangat mengenali baju, celana, sandal jepit, dan gigi depan dari jenazah yang patah, yang menurut pengakuan Mayarnis patahnya akibat kecelakaan beberapa tahun silam.

Dia(jenazah) berangkat dari rumah Etek yang masih dekat dengan rumah orang tuanya pada kira-kira pertengahan bulan puasa kemaren dan sendal jepit biru putih ini, etek yang belikan untuknya, dan setelah terakhir dia pergi dari rumah Etek, dia tidak pernah lagi kembali ke rumah orang tuanya, ujar Mayarnis.

Di hubungi padangtoday.com Kasatreskrim Polres Tanah Datar AKP Wahyudi, menyatakan bahwa jenazah telah di serahkan kepada keluarganya pada sekira pukul 18.15 WIB, senin (22/09) untuk dikebumikan, karena di yakini bahwa memang merekalah pemilik jenazah tersebut, setelah mencocokkan perkiraan tim dokter tentang waktu kehilangan dgn kondisi jenazah dan pengakuan pihak keluarganya yang sangat mengenali ciri atau identitas pakaian dan kondisi gigi jenazah yang membuat keluarga tersebut yakin sekali bahwa benar itu adalah anak keponakan mereka.

Jenazah di kenali dengan nama fitra Rahmayulis/ panggilan Afit umur sekitar 23 tahun alamat di jalan balai kamang, kubu rajo tanah datar. Merupakan anak sulung dari 3 bersaudara.

Elvis(47) yang masih merupakan Mamak/om dari jenazah menyatakan kepada PADANGTODAY.com, bahwa Afit adalah anak yang baik, dan rajin bila dimintai tolong melakukan sesuatu, namun memang dia mengalami sedikit kekurangan mental, karena ia lahir prematur dan sekolahnya hanya sampai SD dan itu pun tidak sampai tamat. Memang kami telah kehilangan dia semenjak pertengahan bulan ramadhan 2014, tidak tau pergi entah kemana, sudah banyak orang pandai/paranormal kami tanyai tentang keberadaannya, dan kami telah berusaha mencarinya namun belum juga ada hasilnya, namun ada salah seorang paranormal yang mengatakan bahwa dia berada di daerah kaki gunung merapi, kec Pariangan, makanya ketika ada pemberitahuan penemuan mayat yang menghebohkan kemaren, kami langsung menuju tempat kejadian dan sekarang jenazah telah di dikebumikan di pemakaman kaum kami, selepas maghrib senin 22/09.

Menyikapi kejadian ini AKP Wahyudi, menghimbau kepada masyarakat, khususnya Tanah Datar, sekiranya ada dari masyarakat yang kehilangan pihak keluarga agar segera melaporkan kejadian nya ke Pos Polisi terdekat, agar kami dari kepolisian dapat segera bertindak dan membantu mendapatkan informasi keberadaannya, untuk mencegah kejadian seperti ini terulang kembali, tuturnya.(romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas