Kerjasama Dengan IMZ Riset Benahi Kemisikinan

 Tim Research IMZ, Ramadhani (no.2 dari kiri), foto bersama dengan Tim Dompet Dhuafa Singgalang dalam kunjungannya Rabu (18/3), ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang.

Tim Research IMZ, Ramadhani (no.2 dari kiri), foto bersama dengan Tim Dompet Dhuafa Singgalang dalam kunjungannya Rabu (18/3), ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu tujuan utama pendayagunaan dana zakat. Lewat pendayagunaan dana ini diharapkan zaat dapat terkelola dengan optimal untuk kemaslahatan kaum dhuafa.

Berdasar hal itu, Dompet Dhuafa Singgalang telah menerapkan Program Pemberdayaan Masyarakat yang dinamakan Program Kluster Mandiri dan Program Social Trust Fund bekerja sama dengan Lembaga Inspirasi Melintas Zaman (IMZ).
IMZ merupakan institusi yang aktif melakukan penguatan kapasitas berupa konsultasi, pelatihan, pendampingan dan riset. Dibawah kepemimpinan Bapak Kushardanta Susilabudi sebagai Direktur, saat ini IMZ menjadi sumber acuan filantropi dan pemberdayaan nasional serta setiap tahunnya menerbitkan ‘Indonesia Zakat and Development Report’ dan ‘Jurnal Zakat and Empowerment’ yang terbit 2 kali setiap tahunnya.

Tidak hanya itu, program yang diarahkan untuk penguatan kapasitas organisasi nirlaba diselenggarakan dengan komprehensif dan integratif. Konsultasi atau pendampingan dilaksanakan berdasarkan permintaan dan kebutuhan mitra. Program ini mencakup analisis kebutuhan pengetahuan dan ketrampilan SDM hingga manajemen organisasi.

Penelitian yang dilakukan IMZ kali ini memadukan metodologi kuantitatif dan kualitatif agar mendapatkan gambaran yang menyeluruh atas keberhasilan, kegagalan dan evaluasi dari Program Klaster Mandiri dan Social Trust Fund terhadap program Pemberdayaan Kemasyarakatan Dompet Dhuafa.

Untuk mengukur keberhasilan dan dampak Program ini Tim Riset dan Advokasi IMZ menggunakan indeks kemiskinan yang lazim digunakan dalam pengukuran pengentasan kemiskinan yang meliputi: jumlah kemiskinan, tingkat kedalaman kemiskinan, tingkat keparahan kemiskinan, dan dampak perubahan setelah program dilaksanakan.

Sementara untuk monitoring dan evaluasi efektifitas program, IMZ akan menggunakan AHP ( Analysis Hierarchi Proces). AHP sendiri merupakan model pengambilan keputusan yang dapat membantu kerangka berfikir manusia yang membentuk skor untuk menyusun ranking setiap alternatif keputusan sehingga didapat ranking yang menjad prioritas.

Riset ini sudah dimulai sejak awal Januari dan ditargetkan bisa selesai pada bulan Mei 2015. Untuk Program Klaster Mandiri meliputi Zona Mandiri, Bantaeng, Kulonprogo, Blora, dan Lebak. Sedangkan Program Social Trust Fund (Wasior, Tasikmalaya, Pariaman).

Sejauh ini, peneliti yang diutus dari IMZ, Ramadhani (23), telah melakukan riset untuk terhadap wilayah Padang Pariaman. Dalam kesempatan kunjungan Rabu (18/3) ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang, Madan menyatakan pengalamannya selama riset untuk wilayah ini. Madan telah mengumpulkan 100 responden penelitian yang memadukan dua metodologi penelitian berbeda tadi. Ia juga telah memonitoring kegiatan pemberdayaan Modal Usaha STF Amanah.

Madan menilai, penerima manfaat di lokasi Padang Pariaman cukup antusias terhadap kegiatan tersebut. Meski mendapat sambutan baik, namun Madan mengaku susah menggali informasi dari masyarakat setempat. Mengingat kendala geografis dengan jarak antar rumah penduduk yang jauh, penerima manfaat juga tidak memberikan jawaban informasi yang rinci dari pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan Madan.

“Masyarakat suka memberi jawaban ‘tidak tau’ disetiap pertanyaan yang diajukan. Ini cukup menyulitkan jika saya membutuhkan informasi yang rinci,” keluh Madan.

Namun Madan cukup memberi apresiasi luar biasa terhadap masyarakat Penerima Manfaat ini. Meski kondisi wilayah yang masih berantakan tapi kegigihan mereka sangat luar biasa dalam mengelola modal usaha untuk bertahan hidup.

Menanggapi paparan pengalaman Madan, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra menyatakan kesediaan Dompet Dhuafa Singgalang untuk menjadi fasilitator yang akan memudahkan proses riset tim IMZ.

“Memiliki misi yang sama dalam menelaah dan memberantas kemiskinan, kami berharap kerjasama kami nantinya dapat menghasilkan gambaran yang akan menjadi referensi untuk memperbaiki sistem perekonomian daerah nantinya,” pungkas Musfi.

IMZ sendiri berharap dengan adanya riset kaji dampak program ini bisa membantu Dompet Dhuafa dalam mengukur pencapaian program yang sudah dilakukan serta evaluasi terhadap masing-masing program yang tersebar dibeberapa wilayah di Indonesia baik itu dari sisi penerima manfaat secara langsung dan tidak langsung, bagi jejaring pelaksana program serta stakeholder yang terlibat dalam program pemberdayaan ini. Serta penulisan hasil penelitian dampak program dalam Jurnal Internasional dan bisa tersosialisasikan kepada stakeholder pemerintahan, lembaga kajian dan riset serta akademisi. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*