Kerjasama dengan Kopi Kawa Daun, Kopi Tradisional Peduli Nasional

: Temu ramah lewat agenda makan siang Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, dengan Pimpinan Kopi Kawa Daun, Selvin Andika menyatakan kerjasama memberantas kemiskinan dengan aksi donasi penjualan Kopi Kawa Daun.

: Temu ramah lewat agenda makan siang Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, dengan Pimpinan Kopi Kawa Daun, Selvin Andika menyatakan kerjasama memberantas kemiskinan dengan aksi donasi penjualan Kopi Kawa Daun.

TANAH DATAR, PADANGTODAY.com-Menikmati secangkir kopi, merupakan rutinitas harian sebagian besar masyarakat dari berbagai penjuru negara. Kopi, dikatakan sebagai salah satu pembangkit semangat untuk memulai aktivitas.

Beraneka ragam jenis kopi dapat ditemukan dengan mudah. Baik yang diolah secara modern maupun tradisonal.

Kopi Kawa Daun adalah minuman asli daerah Tanah Datar, Sumatera Barat. Kopi ini telah dikonsumsi masyarakat pribumi semenjak zaman kolonial Belanda. Minuman ini memiliki cita rasa unik perpaduan teh dan kopi.

Minuman ini berbahan dasar daun kopi pilihan. Mengapa daun kopi? Konon saat Belanda masih berkoloni di Indonesia, khususnya Tanah Datar, seluruh hasil panen buah kopi segar diekspor keluar negeri oleh bangsa penjajah. Ini menyebabkan warga pribumi tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk mencicipi nikmatnya hasil seduhan biji kopi ini.

‘Tak ada rotan akarpun jadi’. Tak ada biji, daunpun dinilai cukup mengobati keinginan masyarakat pribumi menikmati kopi. Malah, Kopi Kawa Daun ini menjadi digemari karena rasa uniknya.

Dan yng tak kala uniknya, untuk menikmati Kopi Kawa Daun ini kita tidak menggunakan gelas atau cangkir. Kopi ini dinikmati mengunakan wadah dari tempurung kelapa yang diberi tatakan bambu. Kopi Kawa Daun diseruput dengan pelan, hawa hangat terasa merayap di rongga dada.

Munculnya pengembangan kopi nikmat ini berawal dari kegigihan dua mahasiswa institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Teknik Material, Selvin Andika (22), dan jurusan Teknik Mesin, Pariz Ade Putra (23). Selvin dan Pariz bertekad untuk mengembangkan potensi Kabupaten Tanah Datar yang kaya tanaman kopi.

“Kami mungkin memilih jalan karir yang berbeda dari apa yang dipilih alumni kebanyakan, tapi kami sangat optimis produk yang kami kembangkan ini mampu mengangkat perekonomian daerah kami,” papar Selvin.

Selvin menambahkan, ide ini tercetus semenjak tahun 2013. Namun kesibukan kuliah membuat dua pemuda ini menunda keinginan mereka. Dan akhirnya kesempatan itu baru terwujud saat ini.

Kegigihan Selvin dan Pariz berbuah manis. Kopi Kawa Daun, sudah dikenal dan diterima masyarakat luas. Tak hanya Sumatera Barat, produk mereka dikenal hingga di tanah Jawa. Orderan pesanan pun mereka terima via langsung dan online.

Rasa syukur terhadap kesuksesan yang mereka temui di usia muda, mendorong hasrat mereka untuk berbagi. Percaya dengan pengelolaan donasi yang tepat lewat Dompet Dhuafa Singgalang, Kopi Kawa Daun sepakat untuk berdonasi sebesar Rp.500,- untuk setiap satu kotak kopi yang terjual. Hal itu mereka sepakati dalam pertemuan santai Kamis (12/3), lewat santap makan siang dengan Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra. Tentu saja Musfi menyambut hangat niat baik mereka. Kerjasama ini akan segera mereka wujudkan dalam bentuk MoU.

“Kepercayaan dari donatur merupakan amanah yang kami emban dengan sangat hati-hati. Untuk setiap donasi yang terkumpul, kami kelola semaksimal mungkin lewat program pemberdayaan ekonomi masyarakat dhuafa,” sambut Musfi.

Musfi menjelaskan, pengelolaan donasi lewat program pemberdayaan ekonomi bertujuan agar bantuan yang dikucurkan ke masyarakat tidak habis sekali pakai. Donasi yang disulap lewat program pemberdayaan perekonomian diharapkan menjadi tempat untuk masyarakat dhuafa dilatih berusaha dan menghasilkan pendapatan sendiri. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*