Kesejahteraan Peneliti Indonesia Masih Miris

ilustrrasi peneliti

ilustrrasi peneliti

PADANGTODAY.COM– Inovasi teknologi yang dibuat oleh Indonesia sejatinya ada banyak. Bahkan ada beberapa yang sudah bersinergi dengan industri. Namun sayangnya, agak ‘terlupakan’ nasib dari si peneliti yang belum mendapatkan insentif layak.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir pun membenarkannya.

“Itulah yang sedang saya perjuangkan. Kesejahteraan mereka belum begitu baik,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kunjungannya di PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), Bogor. (27/03).

Dirinya pun tidak menampik fakta jika kesejahteraan peneliti Indonesia masih miris. Pasalnya, menurutnya, kerja kerasnya menciptakan terobosan teknologi hanya mendapatkan gaji kecil tanpa insentif yang menggiurkan.

“Gaji mereka itu Rp 5 juta per bulan. Total Rp 10 juta ke bawah yang mereka dapatkan. Kalau inovasinya dipakai kan dapat royalti dari perusahaan yang menggunakan, tapi ini belum. Ini yang lagi saya ajukan ke Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Idealnya, kata dia, royalti yang didapatkan para peneliti itu 40 persen dari nilai inovasinya itu.

“Tahun ini akan saya perjuangkan terus dan harus bisa terealisasi. Negosiasi akan terus dilakukan,” tutupnya.

Terkait persoalan ini, Syafruddin peneliti Bioteknologi dari LIPI pun enggan berkomentar.

“Ah.. gak komentar saya,” singkatnya sembari tersenyum.

(bbo/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas