Ketika Pendiri DD Berceloteh Tentang Jurnalistik, Jurnalisme Profetik

Pendiri Dompet Dhuafa Singgalang, Parni Hadi, ketika foto bersama rekan media seusainya acara seminar Jurnalisme Profetik, pada Jumat (20/3) lalu (nisa).

Pendiri Dompet Dhuafa Singgalang, Parni Hadi, ketika foto bersama rekan media seusainya acara seminar Jurnalisme Profetik, pada Jumat (20/3) lalu (nisa).

Padang, PADANGTODAY.com-Adab dan budaya adalah bagian tak terpisahkan dan merupakan wajah dari keseharian masyarakat. Tak terkecuali wajah media publikasi yang menjadi tolak ukur penilaian publik tehadap citra media itu sendiri.

Informasi yang diberikan media publikasi memiliki kekuatan dahsyat yang mampu mengubah banyak hal. Bahkan kata tokoh besar Napoleon Bonaparte berkata,“Pena wartawan lebih tajam dari pedang.”

Menjadi wartawan berarti mengemban tugas mulia dan tanggung jawab besar terhadap kemaslahatan publik.

Jurnalisme Profetik, mengandung makna menjadi tokoh Jurnalistik pewaris akhlak nabi. Maksudnya, jurnalisme yang meneladani akhlak dan perilaku mulia para nabi dan rasul dari semua agama. Tugas para nabi dan rasul, menurut Al Quran, adalah untuk: “menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan”, mengajak orang berbuat kebaikan dan memerangi kebatilan atau amar makruf, nahi munkar. Tugas itu sama dengan apa yang diemban para wartawan, menurut fungsi pers dan kode etik jurnalistik yang bersifat universal.

Hal inilah yang ingin ditanamkan pendiri Dompet Dhuafa Republika, Parni Hadi (PH), terhadap perilaku jurnalistik lewat buku berjudul ‘Jurnalisme Profetik’ yang dirilisnya.

Kegiatan Seminar Jurnalisme Profetik ini dilaksanakan Jumat (20/3) lalu, di Rattan Room Kantor Harian Umum Singgalang.

Acara dimulai dengan pembukaan ringan ala Pemimpin Redaksi Harian Umum Singgalang, Khairul Jasmi yang menjadi protokol acara dengan aksen yang santai dan segar. Selanjutnya, dalam kesempatan itu PH membuka sharing dengan bedah buku yang menceritakan kisah beliau selama menggeluti kehidupan jurnalistik yang menjadi separuh hidupnya.

Dari rangkaian kisah yang ia temui, PH mengambil pelajaran, bahwa layaknya dalan dunia jurnalistik menggunakan akidah-akidah dengan mengacu pada empat sifat nabi yakni amanah, siddiq, tabligh, dan fathanah. Sehingga wajah media publikasi Indonesia kelak melahirkan pemberitaan yang jujur, dapat dipercaya, menyampaikan kebenaran, serta menjaga etika publikasi berita yang sopan dan santun.

“Disini, saya disadarkan besarnya dosa profesi wartawan jika bekerja asal-asalan, sembrono, tidak akurat dan tidak didorong niat demi kepentingan umum,” jelas PH.

Acara seminar ini melibatkan mitra dari berbagai media. Antaranya Harian Umum Singgalang sendiri sebagai tuan rumah, Harian Koran Padang, TVRI, Radio Shussi FM, Antara Sumbar, Harian Padang Ekspress, Harian Haluan, Harian Metro Andalas, RRI Padang, Radio Classy FM, Media Online Minangkabau News, Sumbaronline.com, www.kliksumbar.com, Padangtoday.com, Padek.co, www.Klikpositif.com, www.covesia.com, Ranahberita.com, BINNews, dan lainnya.

PH juga menceritakan bagaimana akhirnya ia tergerak untuk mendirikan Dompet Dhuafa Republika adalah dari kesadarannya setelah menggeluti dunia jurnalistik. Ia melihat profesi pengajar yang tulus berbagi ilmu meski honor kecil. Saat itu PH merasa malu, sehingga turut tergerak untuk berbagi daya guna bagi sesama.

Lewat tangan dingin bersama partnernya, lahirlah Dompet Dhuafa Republika. Kemudian lembaga sosial ini berkembang ke seluruh pelosok Indonesia.

Cabang dari lembaga sosial ini untuk daerah Sumatera Barat dinamakan Dompet Dhuafa Singgalang (DDS). Saat ini DDS dikelola oleh Branch Manager, Musfi Yendra.

Musfi sendiri terlahir dalam lingkungan jurnalistik. Sudah lebih 170 tulisan Musfi yang dimuat di media. Sebagai aktivis sosial, Musfi menunjukkan talentanya dalam mengelola Domphet Dhuafa Singgalang.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 30 Milyar dana zakat yang dihimpun dari masyarakat disalurkan kepada mustahik, baik dalam bentuk charity, maupun program kerja,” papar Musfi dalam kesempatan itu.

Musfi juga menuturkan, lewat lembaga sosial yang menunjukkan kepedulian akan harkat kehidupan perekonomian, ia berharap masyarakat juga tergerak untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap sesama.(nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas