Ketua Bawaslu Sumbar Tidak Masuk Terdaftar Pemilih

     Padang-today.com – Ketua Bawaslu Sumbar tidak masuk nama di daftar pemilih Pemilu 2019.

“Ketika dilakukan pencocokan data pemilih nama saya tidak masuk dalam daftar pemilih,”kata Ketua Bawaslu Sumbar, Surya Efritrimen di Padang.

Ia menjelaskan,rumah telah diberikan stiker namun kenyataan ketika dilakukan pencoklitan di daerah ampek angkek Kabupaten Agam, nama tidak ada.

“Padahal rumah saya didatangi petugas pantarlih telah diberikan stiker di rumah.Namun ketika dicek lagi nama tidak muncul,”

Saat pencoklitan juga dihadiri salah seorang camat, Panwaslu Kabupaten Agam serta panwascam Kecamatan Ampek Angkek.

“Saat pencoklitan masuk nama terdaftar sebagai pemilih yakni Panwaslu Kabupaten Agam, Panwascam Ampek Angkek, sedangkan saya tidak ada nama masuk dalam daftar pemilih,”ujar Surya Efritrimen.

   Surya menambahkan, dari kejadian di Kabupaten Agam tersebut bisa saja terjadi di kabupaten/kota di Sumbar.

“Untuk itulah diperlukan peran serta masyarakat aktif mengecek kembali nama apakah masuk sebagai pemilih Pemilu 2019,”tegas Surya Efritrimen.

   Sementara itu Komisioner KPU Sumbar, Nova Indra menyatakan, KPU sangat bersyukur peran serta Bawaslu melakukan penyirisan pemilih Pemilu 2019.

” Dilakukan penyisiran tersebut masih ada masyarakat Sumbar belum masuk sebagai pemilih, Ini salah satu bukti kepedulian Surya Efritrimen Ketua Bawaslu Sumbar untuk melalukan pengecekan daftar pemilih, ternyata nama ketua bawaslu tidak masuk dalam daftar pemilih,”katanya.

“KPU meminta hal sama pada masyarakat untuk secara sadar melakukan pengecekan melihat apakah masuk dalam daftar pemilih Pemilu 2019,”katanya.

Ia menjelaskan, rekomendasi dan temuan Bawaslu Sumbar telah menjadi perhatian dari KPU Sumbar. Untuk itu, pihaknya segera menindaklanjutinya sebelum tanggal 28 Oktober, sebagai batas waktu terakhir pemutakhiran data pemilih.

     “Masih ada waktu sampai 28 Oktober. Pasti kita tindaklanjuti. Saya berharap partisipasi pemilih dalam hal mengecek datanya di Sidalih. Jika tidak terdaftar segera melapor dan akan kita tindaklanjuti,”ujarnya.

      Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sumbar, Novrial Anas menyatakan,dari 5.533.013 jiwa penduduk Sumbar,
3.929.242 jiwa usia wajib E-KTP per 30 Juni 2018, sudah melakukan perekaman 3.538.818 jiwa.

   “E-KTP sudah diberikan sebanyak 3.401.107 jiwa. Kami menargetkan tuntas sampai Desember 2018. Artinya tinggal 389 orang yang wajib rekap dan 528 ribu wajib KTP yang belum punya e-KT,”katanya.

    Menyikapi tahun 2019 tambah Novrial prediksi dikarenakan data tersebut bisa ditelusuri di laplikasinya, jadi sekitar 4 juta orang usia wajib KTP per 17 April 2019 nanti di Sumbar.

    “Sementara KPU berdasar data DPT perbaikan jumlah pemilih 3,464 juta orang, kenapa tidak singkron, karena berdasarkan regulasi  KPU menghitung data pemilih dari DP4 Kemendagri per Desember 2017, kemudian KPU melakukan singkronisasikan dengan data pemilih tahun sebelumnya dan hasil Coklit dilapangan,”jelas Novrial.

   Novrial menambahkan, Disdukcapil meerasa bertanggung untuk meningkatkan partisipasi pemilih  Pemilu 2019 di Sumbar.

“Langkah dilakuman yakni berupaya secepatnya pencetakan dan percetakan E-KTP masyarakat Sumbar,”imbuhnya.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*