Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Negara Harus Memperlakukan Manusia Secara Adil dan Beradab

zulkifli hasan disambut oleh wawako dan bupati padang pariaman

Padang-today.com__Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syeckh Burhanudin (STIT SB) Pariaman mendapat kunjungan dari Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bapak Zulkifli Hasan, Kamis 13-04-2017 di Pariaman.

Dalam satu bulan terakhir ini, STIT SB telah dikunjungi dua Lembaga Tinggi Negara, keduanya Ketua BPK RI dan Ketua MPR RI. Kedatangan Kedua Pimpinan Lembaga Tinggi Negara ini atas undangan Ketua STIT Syekch Burhanudin Rasyidah MPd, yang berada di bawah naungan Yayasan Islamic Cente Syekh Burhanudin Pariama, Provinsi Sumatera Barat yang diketuai Drs. H Martias Mahyuddin MSc.

Zulkifli Hasan baru pertama kali berkunjung ke pariaman, kedatangan kali ini disambut langsung   oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni, Wakil Walikota Pariaman Genius Umar, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Guspardi Gaus, Forkopimda Kabupaten/Kota Pariaman, Ketua STIT SB Pariaman Rasyidah, Anggota DPRD Provinsi dan para Ketua PAN se Sumbar dan DPW PAN sumbar, Tokoh Masyarakat Kabupaten dan Kota Pariaman serta para tamu undangan lainnya.

“Baru-baru ini Kota Pariaman telah banyak dikunjungi oleh orang hebat di indonesia, mulai dari KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, Ketua BPK RI Harry Azhar Azis, Ketua DPR RI Setyo Novanto dan sekarang Ketua MPR RI Zulkifli Hasan,” ujarnya.

Kiranya dampak dari kunjungan orang-orang hebat tersebut, nantinya akan membawa pengaruh positif baik dari segi pembangunan dan nantinya akan merujuk pada kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman, tukasnya.

Dihadapan Tokoh Masayarakat Pariaman dan Mahasisswa yang hadir pada saat itu, Zulkifli
Hasan menyatakan, Negara harus memperlakukan manusia secara adil dan beradab agar terbangun rasa nasionalme berupa Persatuan Indonesia. “Dalam memimpin, penyelenggara pemerintah harus mengedepankan azas musyawarah untuk mencapai mufakat, bukan main paksa seperti penggusuran,” katanya.

Selain itu, ia memberikan kulih umum setengah jam,  Zulkifli Hasan tampil dengan gaya santai. Meski tema kegiatannya Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, ia justru memulai dengan kalimat-kalimat memotivasi dan membangkitkan semangat para mahasiswa dan mahasiswi.

Selanjutnya, barulah ia mengupas materi empat pilar berbangsa dan bernegara. Yakni “Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara”, “Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR”, “Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara” dan “Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara”.

zulkifli hasan beri kuliah umum di STIT SB PAriaman

Hal yang menarik hadirin, Zulkifli Hasan menyampaikan hal itu secara gamblang dan lugas dengan rangkaian contoh-contoh yang relevan. Sila pertama Pancasila misalnya menegaskan politik harus sejalan dengan agama, bukan justru memisahkan. “Yang tidak boleh itu mempolitisir agama,” tandasnya.

Semua itu, ulas dia, untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “Bagaimana rasa adil itu akan tercipta jika ada fakta kekayaan lima orang melebihi kekayaan seratus juta penduduk miskin?”

Berbicara tentang Bhinneka Tunggal Ika, Zulkifli menegaskan, Indonesia itu memang terbentuk dari beragam perbedaan. “Inilah yang kita satukan dalam NKRI, bukan harus kita jadikan sama. Bahasa Pariaman dan bahasa Lampung saja berbeda,” katanya lagi.

Usai memberikan kuliah umum, pemandu acara meminta Zulkifli Hasan tetap berada di atas panggung dalam ruangan Aula STIT. Ternyata ada rangkaian acara berikutnya, antara lain penyerahan piagam penghargaan dari Bupati Ali Mukhni, bertukar cindera-mata dengan Ketua STIT Rasyidah, penyerahan piagam terimakasih dari Ketua Senat Mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin – M Danil Kharlis – dan sesi foto bersama.

“Adik-adik beruntung bisa kuliah pada usia muda. Saya hanya tamatan Madrasah Ibtidaiyah dan PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) tetapi bisa menjadi Ketua MPR RI, Alhamdulillah…. Oleh karena itu, saya yakin, adik-adik akan memperoleh masa depan yang lebih baik asalkan terus berjuang dan berusaha,” tandasnya menghakiri.(Sg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*