Keulamaan Dan Kesastrawanan Buya Hamka Di Kupas Melalui Seminar

Buya Hamka.

Buya Hamka.

Advertisements

AGAM, PADANGTODAY.com-H. Abdul Malik Karim Amrullah atau yang dikenal luas di masyarakat sebagai Buya Hamka, merupakan seorang sosok ulama multitalenta. Keulamaan dan darah sastrawan yang mengalir kental dalam dirinya banyak menghasilkan karya-karya hebat yang telah dilahirkannya dan dikenal di hampir di seluruh Negara Asia Tenggara.

Kali ini warisan Buya Hamka yang saat ini masih menjadi kebanggaan umat Islam bahkan telah dijadikan oleh perguruan tinggi untuk dijadikan refrensi dalam menyusun skripsi dan tesis, yakni tafsir Al-Azhar.

Selain itu, karya sastranya yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Kedua naskah tersebut bahkan sudah ditonton oleh jutaan umat manusia di seluruh Nusantara bahkan sampai ke Negara Tetangga.

Namun sayang, semua talenta yang dimiliki Buya Hamka tidak satu pun terwariskan kepada generasi penerus bangsa secara mutlak saat ini. Untuk itu Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Agam kembali menggali nilai-nilai kependidikan dan kepahlawanan Buya Hamka melalui seminar internasional tentang kepahlawanan dan kesastrawan Buya Hamka, di Auditorium IPDN Kecamatan Baso, Sabtu (21/2).

Menurut Asisten I Pemkab Agam Martias Wanto Dt Maruhun, seminar tersebut nantinya menggali perjuangan keulamaan Buya Hamka dalam membangun umat sebagai manifestasi dan bersinergi dengan pendidikan.

” Seminar ini nantinya akan mengupas Intelektualitas Buya Hamka dalam mewujudkan pemikiran melalui karya sastra sebagai pendidikan kreatif, karena Buya Hamka merupakan sosok multitalenta. Dari sekian banyak talenta yang dimilikinya, kita hanya mengangkat keulamaan dan kesastraannya dalam seminar.” ujar Martias Wanto.

Seminar ini diikuti lebih dari seribu peserta dari Kabupaten Agam dan Malaysia serta mendatangkan narasumber dari Malaysia. Peserta seminar ini berjumlah lebih dari 1100 orang. Peserta berasal Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) asal Malaysia, pemerhati pendidikan, pondok pesantren Buya Hamka, SKPD Agam, guru semua tingkatan di Kabupaten Agam dan ratusan dari Kota Bukittinggi.

Di harapkan dengan seminar ini seluruh peserta bisa menjadikan landasan dan refresnsi kebijakan oleh Pemkab Agam dalam mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan Buya Hamka. Dengan begitu, nilai-nilai keulamaan Buya Hamka, ajaran dan pemikiranya dapat diterima oleh masyarakat luas.

”Mungkin tidak banyak bisa ditemukan sosok seperti Buya Hamka saat ini. Tujuan kita melalui seminar ini, bagaimana kita transfer kembali talenta dan semngat ketokohannya yang dimiliki Buya Hamka ke generasi penerus,” tambah Martias Wanto.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*