Kios Penampungan Beralih Fungsi

Personil Satpol PP ketika mengamankan pasangan muda mudi yang berbuat mesum di salah satu kios penampungan Terminal Mikrolet.

Personil Satpol PP ketika mengamankan pasangan muda mudi yang berbuat mesum di salah satu kios penampungan Terminal Mikrolet.

Padangpanjang, PADANGTODAY.com-Kios penampungan di komplek Terminal Oplet yang disediakan Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang untuk pedagang pasca peristiwa kebakaran, seakan telah berubah fungsi menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi ‎anak-anak Punk dan generasi muda untuk memadu kasih.

Dalam dua hari berturut-turut Satpol PP Kota Padangpanjang berhasil mengamankan pasangan remaja dan empat anak Punk, di salah satu petak kios penampungan. Dua kelompok pelanggar Peraturan Daerah (Perda) tersebut diamankan pada saat penghuni pasar mulai lengang dari aktivitas jual beli.

Penertiban yang dilakukan Sabtu (9/5) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, personil Satpol PP yang dipimpin Kasatpol PP Yoni Aldo, mengamankan pasangan muda-mudi yang telah menjadikan kios penampungan tersebut layaknya “Hotel” kelas melati. Ke duanya kedapatan tengah memadu asmara, meski belum terikat hubungan suami istri. BO, 21, dengan teman wanitanya AR, 17, telah menampati salah satu petak di lokasi kios penampungan tersebut sejak empat hari belakangan.

Sabtu malam (10/5) sekira pukul 11.30 WIB, Satpol PP Kota Padangpanjang di lokasi yg sama kembali mengamankan empat anak Punk yang sedang meneguk minuman keras. Ke empat remaja tanggung tersebut, masing-masing RA, AS, M dan D tersebut tidak bisa mengelak ketika personil penegak Perda datang mengamankan dan menggiring ke kantor Satpol PP.

Kepala Satpol PP Padangpanjang Yoni Aldo, menyebutkan pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap gerak-gerik pelaku yang dilaporkan sering keluar masuk dari salah satu petak kios tersebut. Kehadiran anak-anak punk di lokasi penampungan, disebutkannya tidak untuk baru pertama terjaring dalam operasi penertiban Satpol PP.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan Kantor Pengelola Pasar mengenai status kios penampungan ini. Apalagi cukup banyak petak kios yang tidak ditempati pedagang dan disalahgunakan kalangan remaja “nakal” seperti anak punk dan pasangan illegal untuk berbuat tidak senonoh,” ungkap Yoni Aldo di ruangan kerjanya, Minggu (10/5) kemarin sore.

Keterangan AR kepada petugas penyidik Satpol PP, setiap kali datang ke Padangpanjang bersama teman-temannya tinggal dan tidur di penampungan tersebut. Bahkan gadis ABG yang berasal dari Simpang Empat Pasaman Barat itu mengaku untuk kesekiankalinya melakukan perbuatan maksiat di salah satu petak kios tersebut.

“Saya telah tiga kali melakukan hubungan badan di lokasi itu (kios penampungan-red). Selain saya, teman-teman lainnya juga pernah melakukan hal serupa di lokasi itu,” jawab AR kepada petugas penyidik dengan wajah menunduk.

Salah seorang pengamat masalah sosial di Padangpanjang Masri Edwar, mengaku prihatin dengan leluasanya pemuda-pemudi menggunakan beberapa fasilitas milik pemerintah untuk tempat tinggal dan melakukan berbagai kegiatan yang dapat merusak citra Padangpanjang sebagai “Kota Serambi Mekah”.

“Kios penampungan itu letaknya di kawasan pasar dan sangat ramai setiap harinya. Namun bagaimana mereka bisa masuk ke dalam dan apa status kios tersebut. Kalau memang tidak ditempati lagi oleh pedagang, lebih baik dibongkar saja sekat-sekatnya atau dirobohkan sekalian,” sebut Masri Edwar sedikit geram menyesali lemahnya pengawasan instansi terkait. (nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas