KJRI Guangzhou Datangkan Pengajar Tari dan Musik dari ISI Padang Panjang

 

Penampilan tari gelombang Randai di daerah Guangzhou.

Penampilan tari gelombang Randai di daerah Guangzhou.

 

Padangpanjang, PADANGTODAY.com– Dalam rangka pelaksanaan diplomasi kebudayaan dan hubungan antar bangsa yang berdimensi global, program kerja KJRI Guangzhou yang berkerjasama dengan International office ISI Padangpanjang mendatangkan guru-guru tari dan musik kewilayah Guangzhou yang salah satu di antaranya merupakan dosen Pengajar di ISI Padangpanjang pada 15 September sampai dengan 10 Desember 2014. Kegiatan ini dilatarbelakangi karena banyaknya kantung-kantung masyarakat Huaqiao dan keturunannya di wilayah kerja KJRI Guangzhou (Provinsi Guangdong, Guangxi, Fujian dan Hainan) yang masih menyukai dan teringat akan budaya Indonesia.

Kegiatan ini merupakan program kerja KJRI bidang konsul sosial budaya yang bertujuan untuk dapat memotivasi dan bisa menarik minat masyarakat Tiongkok agar lebih mengenal berbagai macam ragam budaya Indonesia, terutama sekali masyarakat Tiongkok yang pernah dulunya menetap di Indonesia pada tahun enam puluhan.

Disebutkan oleh M Arif Anas selaku utusan Dosen ISI Padangpanjang yang menjadi utusan dalam program KJRI Guangzhou bahwa dalam pelaksanaan kegiatan begitu banyak mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Hal ini ditunjukan dengan begitu banyaknnya peserta yang ikut dalam pelatihan dan workshop yang diadakan di berbagai tempat seperti University Of Foreing Studies Baiyun Distrct Building di Guangwai Guangdong, TK Guangzhou Firtst Kindergarten, Federasi Antar Mahasiswa Indonesia di Guangzhou (FAMIG), di Gungming Sports Centre Of Guangming Street in Shenzhen City Shenzhen, dan beberapa daerah lainya.

Arif juga menjelaskan bahwa minat masyarakat terhadap kebudayaan sangat tinggi, terutama kebudayaan Minangkabau dengan gerakan dasar silat seperti tari Gelombang Randai. Dalam konsep karya yang diajarkan, Arif memadukan Ide antara kebudayaan (tari) jawa, Musik tradisi Sunda (angklung), dan gerakan-gerakan Galombang dalam randai Tradisi Minangkabau yang mendasari penyusunan konsep karyanya. Menurutnya, konsep seperti ini merupakan suatu keunikan tersendiri karena bisa menciptakan rasa kebersamaan, kekompakan yang tinggi menampakan beranekaragamnya kebudayaan yang ada di Indonesia yang ditampilkan pada setiap puncak kegiatan disetiap daerah.

“Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan terus dengan KJRI Guangzhou, harapan kita dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini tentu dapat mengharumkan nama institusi dan mengembangkan kebudayaan. Kedepannya, ISI Padangpanjang tentu dapat melakukan kerjasama jangka panjang dalam bentuk MoU.” sebut Arif.

Selain itu, Herbhayu A. Noerlambang A.S selaku Konsul Sosial Budaya KJRI Guangzhou mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan ISI Padangpanjang atas kegiatan pelatihan seni budaya tradisional yang di adakan KJRI. Apresiasi yang tinggi disampaikan oleh yang KJRI kepada ISI Padangpanjang terutama Dosen tari dan Musik M.Arif bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan selama 3 bulan ini merasa puas dan mengapresiasi profesionalitasnya dalam pelaksanaan kegiatan.

“Selama pelaksanaan kegiatan, Animo masyarakat Tiongkok begitu besar untuk mengenal dan mempelajari kebudayaan indonesia. KJRI Guangzhou menerima banyak permintaan dari masyarakat Tiongkok untuk melaksanakan kembali kegiatan tersebut dengan jangkauan wilayah yang lebih luas. Kami berharap dukungan dan kerjasama dari ISI Padangpanjang untuk menyukseskan kembali kegiatan tersebut pada tahun 2015” Sebut Herbhayu A. Noerlambang A.S. (dil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*